ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Studi komunikasi lingkungan penting dalam memajukan rehabilitasi ekosistem mangrove dengan memfasilitasi kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dan kepentingan berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) efektivitas strategi komunikasi lingkungan dalam rehabilitasi ekosistem mangrove dan (2) faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi lingkungan rehabilitasi mangrove. Penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan komunikasi persuasif agenda rehabilitasi mangrove, model komunikasi dua arah paling efektif dalam membentuk sikap altruisme dalam melestarikan lingkungan. Dalam era perkembangan teknologi digital, komunikasi tatap muka tetap menjadi pendekatan efektif untuk menggandeng komunitas dengan akses terbatas pada infrastruktur digital dan keterampilan rendah. Pengirim pesan sering mengabaikan evaluasi untuk mengukur efektivitas komunikasi. Evaluasi oleh pengirim pesan akan mendorong perbaikan dan kelanjutan komunikasi hingga dampak yang diharapkan dapat dicapai.

Komunikasi lingkungan yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan telah mendukung agenda rehabilitasi mangrove di Muara Gembong.Masyarakat menunjukkan perubahan signifikan dalam pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan perilaku.Faktor komunikasi yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah pengirim dan penerima, sementara faktor pesan dan saluran tidak berdampak signifikan karena karakteristik pesan dan saluran yang homogen.Penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan komunikasi persuasif, model komunikasi dua arah efektif dalam membentuk sikap altruisme untuk melestarikan lingkungan.Saluran tatap muka tetap pilihan terbaik di tengah perkembangan teknologi digital bagi audiens dengan akses terbatas pada infrastruktur digital dan keterampilan rendah.Sayangnya, efektivitas strategi komunikasi yang dikembangkan belum diikuti integrasi strategi setiap pemangku kepentingan, sehingga tidak ada ruang untuk berbagi pengalaman dan belajar dalam mengembangkan strategi komunikasi rehabilitasi mangrove.Selain itu, setiap pengirim pesan belum mengevaluasi strategi komunikasi yang diterapkan.Evaluasi penting untuk memperbaiki dan menciptakan komunikasi yang berkelanjutan untuk mencapai dampak yang diharapkan.

Penelitian lanjutan bisa fokus pada dinamika kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam strategi komunikasi rehabilitasi mangrove, seperti bagaimana membangun kemitraan yang lebih inklusif antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta. Studi juga perlu mengkaji peran pendidikan formal dan non-formal dalam meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap ekosistem mangrove, termasuk pengembangan kurikulum yang berbasis lokal. Selain itu, penelitian tentang adaptasi strategi komunikasi digital untuk komunitas pesisir dengan keterbatasan literasi teknologi, seperti penggunaan media visual sederhana dan platform berbasis komunitas, dapat menawarkan solusi inovatif.

  1. Communication Strategy of Mangrove Rehabilitation in Muara Gembong, Bekasi District – West Java... doi.org/10.25008/jkiski.v10i2.1190Communication Strategy of Mangrove Rehabilitation in Muara Gembong Bekasi District Ae West Java doi 10 25008 jkiski v10i2 1190
Read online
File size679.53 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test