IAKNKUPANGIAKNKUPANG

Devotion: Jurnal Pengabdian MasyarakatDevotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kerusakan ciptaan Allah dengan berbagai jenis yang terjadi dimana-mana merupakan salah satu isu penting yang harus diwaspadai dan ditanggulangi oleh setiap pihak. Sebab kerusakan alam sebagai ciptaan Tuhan sering terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Jika kerusakan lingkungan hidup manusia sudah rusak akibatnya manusia mengalami kemiskinan bahkan penderitaaan yang berkepanjangan. Maka perlu dilakukan upaya perbaikan terhadap kerusakan tersebut melalui berbagai cara. Salah satu upaya untuk mengembalikan kerusakan ciptaan itu adalah dengan melakukan penanaman pohon sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah, gereja dan masyarakat di berbagai tempat di Indonesia. Kolaborasi antara semua pihak dan masyarakat akan mengembalikan keindahan ciptaan Tuhan. Melalui penanaman pohon di dolok Parmonangan kecamatan Panribuan kabupaten Simalungun yang dilakukan STT HKBP secara bersama-sama dengan masyarakat merupakan pengabdian masyarakat (PkM) untuk melestarikan kembali alam ini. Sehingga lahan tersebut menjadi produktif dan aman dari segala gangguan. Kalau lahan itu dibiarkan kosong akan menjadi hutan belantara yang tidak bertuan. Kemudian bisa saja dipergunakan oleh pihak lain menjadi miliknya sendiri. Pada hal tanah tersebut adalah tanah adat yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Selanjutnya melalui penanaman pohon di desa Parmonangan ini daerah di pinggiran Danau Toba yang rawan longsor dapat teratasi secara pelan-pelan ketika pohon tersebut bertumbuh dengan baik. Maka harapan dan tujuan dari penanaman pohon ini adalah memberi kesadaran kepada masyarakat akan perlunya merawat bumi dengan menanam jenis-jenis pohon yang dapat membawa berkat kepada manusia dan puji-pujian bagi Tuhan sebagai Pemilik dan Pencipta bumi (Kej. 1:1). Sebab Allah melihat semua ciptaan-Nya sungguh amat baik (Kej. 1:25). Selanjutnya kepada manusia Allah memberikan seluruh ciptaan-Nya untuk dipelihara dan dirawat sebaik-baiknya.

Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud nyata kepedulian manusia terhadap ciptaan Allah dan perintah untuk memelihara bumi.Partisipasi aktif masyarakat dan berbagai pihak menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam upaya pelestarian alam.Penanaman pohon di Dolok Parmonangan tidak hanya bertujuan untuk mengembalikan fungsi lahan, tetapi juga untuk menjaga kelestarian tanah adat dan mencegah bencana longsor di sekitar Danau Toba.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak sosial ekonomi penanaman pohon terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Dolok Parmonangan, termasuk potensi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada efektivitas berbagai jenis pohon yang ditanam dalam mencegah longsor dan meningkatkan kualitas air di sekitar Danau Toba, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan iklim setempat. Ketiga, penting untuk mengkaji model kolaborasi yang efektif antara lembaga pendidikan, pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam program pelestarian lingkungan, serta mengembangkan strategi komunikasi yang persuasif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar Danau Toba, serta menjadi model bagi program serupa di wilayah lain.

  1. #program pengabdian masyarakat#program pengabdian masyarakat
  2. #kesejahteraan masyarakat#kesejahteraan masyarakat
Read online
File size2.43 MB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-3eN
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test