DINIYAHDINIYAH

One moment, please...One moment, please...

Masyarakat Melayu Rantau Kuantan adalah komunitas Melayu yang bertempat tinggal di wilayah sepanjang sungai kuantan di kabupaten Kuantan Singingi. Negeri ini tempo dulu dikenal dengan sebutan “Rantau Nan Kurang Oso Duo Puluo, artinya negeri tempat perantauan yang mempunyai sembilan belas koto (negeri) atau dua puluh kurang satu koto. Mereka menganut agama Islam, meskipun sebelumnya dipengaruhi oleh dinamisme dan animisme. Muhammadiyah sebagai organisasi massa Islam telah memasuki daerah ini pada 9 September 1933 dengan melakukan kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan. Berbagai dinamika terjadi pada masyarakat Melayu Rantau Kuantan dalam merespon kegiatan keagamaan Muhammadiyah. Kajian ini ingin melihat sejauh mana respon masyarakat Melayu Rantau Kuantan, khususnya yang berkaitan dengan tingkah laku dan keikutsertaan mereka dalam kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah. Kajian ini adalah kajian tinjauan yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan dianalisis dengan teori psikologi sosial. Oleh itu dalam kajian ini akan dibincangkan kaedah kajian, lokasi kajian, pemilihan sampel, tatacara pengumpulan data, populasi, instrumen kajian dan analisis data. Manfaat kajian adalah pertama; kajian ini dapat memberikan informasi tentang kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah di kalangan masyarakat Melayu Rantau Kuatan. Kedua; kajian ini akan menerangkan berbagai bentuk respon dari kalangan masyarakat Melayu Rantau Kuantan terhadap kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah. Ketiga; kajian ini akan menerangkan faktor-faktor yang menimbulkan respon masyarakat Melayu terhadap kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah.

Tingkahlaku responden terhadap kegiatan keagamaan Muhammadiyah secara rata-rata didapati tidak begitu baik, karena keikutsertaan responden dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah adalah rendah, seperti dalam acara pengajian ahad pagi, pengajian jumat petang, sholat hari raya.Demikian pula dalam aspek pendidikan juga sangat sedikit responden yang memasukkan anaknya belajar di sekolah Muhammadiyah.Meskipun tidak dinafikan ramai pula responden yang ikut serta menghidupkan aktiviti ibadah di masjid Muhammadiiyah dan menghadiri acara safari ramadhan, tabligh akbar, pengajian agama Muhammadiyah.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam tentang peran pendidikan dalam membentuk sikap masyarakat terhadap kegiatan Muhammadiyah, khususnya di daerah pedesaan. Selain itu, studi tentang dampak jangka panjang dari kegiatan Safari Ramadhan terhadap peningkatan keimanan dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan juga layak dikaji. Penelitian lain bisa fokus pada perbandingan respon masyarakat antara daerah perkotaan dan pedesaan terhadap kegiatan Muhammadiyah, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut.

  1. #pengumpulan data#pengumpulan data
  2. #manajemen mutu#manajemen mutu
Read online
File size644.84 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-3eJ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test