PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING

Prospect: Jurnal Pemberdayaan MasyarakatProspect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Banyak generasi muda yang menganut prinsip YOLO atau You Only Live Once sehingga hal ini menjadi alasan memanfaatkan keuangan pribadi untuk self-reward atau membeli semua yang mereka sukai terutama ketika mulai memiliki penghasilan sendiri. Sehubungan dengan situasi ini, Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki misi, yaitu untuk turut meningkatkan pendalaman pasar keuangan guna memperkuat efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan mendukung pembiayaan ekonomi nasional. Bank Indonesia pun ingin mewujudkan masyarakat yang memiliki pemahaman akan literasi keuangan yang semakin baik ditengah animo generasi muda yang semakin meningkat untuk mulai berinvestasi namun belum memiliki literasi akan investasi keuangan yang memadai. Dari sisi inilah, grup riset kami membantu permasalahan strategi komunikasi terkait literasi keuangan kepada generasi muda sehingga informasi yang diberikan dapat disebarkan kepada target yang tepat dan dengan cara yang mudah diterima. Dengan menargetkan generasi muda berusia 21-35 tahun kami menggelar lokakarya dengan tajuk Literasi Finansial: Muda, Cerdas dan Aman dalam Bertransaksi dan Berinvestasi sebagai strategi komunikasi untuk literasi masyarakat guna mengenali dan memahami dengan benar bentuk investasi dan produk perbankan yang sesuai dengan karakter mereka.

Kegiatan lokakarya literasi finansial ini telah memberikan wawasan mendalam kepada peserta mengenai transaksi digital dan investasi yang aman.Beberapa poin utama yang dapat disimpulkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut.Pertama, keamanan dalam penggunaan QRIS, Kedua, fintech.kelebihan, risiko, dan pencegahan penyalahgunaan, Ketiga, dampak kegiatan terhadap pemahaman audiens.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan pada kelompok usia 21-35 tahun, dengan mempertimbangkan perbedaan latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Hal ini penting untuk merancang program edukasi yang lebih tepat sasaran dan efektif. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program literasi keuangan terhadap perilaku finansial generasi muda, seperti tingkat tabungan, investasi, dan pengelolaan utang. Data empiris ini akan memberikan bukti yang lebih kuat mengenai efektivitas program literasi keuangan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman generasi muda dalam menggunakan produk dan layanan keuangan digital, serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan strategi komunikasi yang lebih persuasif dan relevan bagi generasi muda, sehingga meningkatkan pemahaman dan kepercayaan mereka terhadap produk dan layanan keuangan digital.

  1. Empowering the Young Generation with Financial Literacy | Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat. empowering... doi.org/10.55381/jpm.v4i1.207Empowering the Young Generation with Financial Literacy Prospect Jurnal Pemberdayaan Masyarakat empowering doi 10 55381 jpm v4i1 207
  1. #literasi keuangan digital#literasi keuangan digital
  2. #literasi finansial#literasi finansial
Read online
File size643.48 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-3f1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test