PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING

Prospect: Jurnal Pemberdayaan MasyarakatProspect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Kasus kebakaran di tengah permukiman perlu menjadi perhatian di Kota Depok. Melihat kerentanan kasus bencana kebakaran, maka diperlukan suatu upaya pengurangan dampak bencana atau biasa disebut mitigasi bencana. Salah satu contoh langkah pengurangan kerentanan masyarakat atas bencana kebakaran adalah melalui pelatihan mitigasi. Potensi bencana kebakaran dengan skala risiko tinggi di Kelurahan Harjamukti dapat berdampak signifikan pada warga di permukiman padat penduduk, salah satunya RW 04 yang merupakan wilayah dengan karakteristik tersebut. Oleh karena itu, PT Perusahaan Gas Negara, Tbk. - Offtake Stasiun Cimanggis menginisiasi Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan di RW 04, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat bencana kebakaran. Secara teknis, pelatihan ini berisi 3 tahap, di antaranya: tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pelatihan menggunakan teknik ceramah dan praktik dalam 1 hari kegiatan yang diikuti 44 peserta. Diharapkan dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, masyarakat dapat lebih proaktif dalam mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran, sehingga meminimalkan potensi kerugian yang lebih besar.

Kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Kawasan Perkotaan di RW 04, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok telah berjalan dengan lancar dan partisipasi aktif dari peserta menunjukkan antusiasme masyarakat.Pelatihan ini telah mencapai tujuannya, yaitu membekali masyarakat dengan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat bencana kebakaran, sehingga diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran.Keberhasilan pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun komunitas yang tangguh dan siap menghadapi berbagai jenis bencana.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas jangka panjang dari pelatihan mitigasi ini terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan mitigasi bencana kebakaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik spesifik wilayah perkotaan padat penduduk, termasuk penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan jangkauan dan efisiensi pelatihan. Ketiga, penting untuk menginvestigasi peran serta dan koordinasi antara berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil, dalam upaya mitigasi bencana kebakaran secara komprehensif, serta mengidentifikasi potensi sinergi dan hambatan yang mungkin timbul. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana kebakaran di wilayah perkotaan.

  1. The Mitigation Training of Urban Conflagration in RW 04 Harjamukti Subdistrict | Prospect: Jurnal Pemberdayaan... doi.org/10.55381/jpm.v4i1.396The Mitigation Training of Urban Conflagration in RW 04 Harjamukti Subdistrict Prospect Jurnal Pemberdayaan doi 10 55381 jpm v4i1 396
  1. #bencana kebakaran#bencana kebakaran
  2. #pola perilaku masyarakat#pola perilaku masyarakat
Read online
File size556.76 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3f2
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test