EGIEGI
Jurnal Ekologi, Masyarakat dan SainsJurnal Ekologi, Masyarakat dan SainsPencapaian kehidupan sehat dan sejahtera membutuhkan pendekatan yang bersifat multi-disiplin dan multi-dimensi. Salah satu dimensi tersebut adalah fasilitas lingkungan hidup yang dapat menopang kebutuhan kehidupan dan menampung semua dampak dari aktifitas kehidupan tersebut. Olah tanah berbasis keanekaragaman hayati merupakan sebuah upaya terintegrasi dalam rangka penguatan fasilitas lingkungan hidup untuk melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Pertumbuhan populasi manusia yang cenderung meningkat berdampak pada kualitas tanah yang semakin terdegradasi akibat eksploitasi dan alih fungsi untuk memfasilitasi kebutuhan kehidupan manusia. Artikel ini membahas melalui kajian literatur terkait praktek pertanian organis sebagai olah tanah berbasis keanekaragaman hayati untuk meningkatkan kualitas kesuburan tanah sebagai salah satu indikator fasilitas lingkungan hidup. Artikel menggunakan hasil penelitian tentang pertanian organis BSB Cisarua Bogor (2006) sebagai landasan kajian literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa pertanian organis BSB Cisarua meningkatkan kualitas kesuburan tanah sebagai indikator daya dukung dan daya tampung tanah melalui olah tanah berbasis keanekaragaman hayati di atas dan bawah tanah untuk menghasilkan produk pertanian yang bebas dari bahan kimia sintetis.
Olah tanah berbasis keanekaragaman hayati dapat meningkatkan kualitas tanah dan mendukung kehidupan sehat manusia.Pertanian organis BSB Cisarua Bogor menunjukkan efektivitas dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.Upaya ini relevan dengan tujuan SDGs untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pertanian organis terhadap kesehatan tanah dan produktivitas pertanian. Selain itu, perlu dilakukan analisis peran komunitas dalam mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan. Terakhir, studi tentang pengaruh pertanian organik terhadap ekonomi rumah tangga dan kesehatan masyarakat dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan.
- Teenagers' Knowledge and Perception about The Staple Food Diversity to Describe Daily Eating Habit... doi.org/10.2991/icaaip-17.2018.1Teenagers Knowledge and Perception about The Staple Food Diversity to Describe Daily Eating Habit doi 10 2991 icaaip 17 2018 1
- SOIL - The past, present, and future of soils and human health studies. soil past present future soils... soil.copernicus.org/articles/1/35/2015SOIL The past present and future of soils and human health studies soil past present future soils soil copernicus articles 1 35 2015
| File size | 277.48 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Sebagian besar masyarakat sejumlah 87% memiliki mata pencaharian utama pada sektor pertanian yakni: pertanian lahan sawah, perkebunan, dan peternakan.Sebagian besar masyarakat sejumlah 87% memiliki mata pencaharian utama pada sektor pertanian yakni: pertanian lahan sawah, perkebunan, dan peternakan.
UNDIKMAUNDIKMA Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani mengenai berbagai produk olahan cabai, teknologi pelabelanProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani mengenai berbagai produk olahan cabai, teknologi pelabelan
NASIONALNASIONAL Hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas teknis dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tantangan yang dihadapi meliputi ketergantungan awal terhadapHasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas teknis dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tantangan yang dihadapi meliputi ketergantungan awal terhadap
APTKLHIAPTKLHI Melalui Perhutanan Sosial, tujuan konservasi lingkungan dapat sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kelestarian hutan dianggap dalamMelalui Perhutanan Sosial, tujuan konservasi lingkungan dapat sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kelestarian hutan dianggap dalam
UBUB Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan konsumsi minyak goreng dalam negeri meningkat 2,32 % per tahun pada sektor rumah tangga dari 2015 hingga 2020.Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan konsumsi minyak goreng dalam negeri meningkat 2,32 % per tahun pada sektor rumah tangga dari 2015 hingga 2020.
LENTERANUSALENTERANUSA Masyarakat miskin di Desa Karangmulya didominasi oleh lansia dan janda yang biasanya bekerja sebagai petani atau asisten rumah tangga, dengan pendapatanMasyarakat miskin di Desa Karangmulya didominasi oleh lansia dan janda yang biasanya bekerja sebagai petani atau asisten rumah tangga, dengan pendapatan
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Taruna Indonesia. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajakan kesediaan pelaksanaanKegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMA Taruna Indonesia. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajakan kesediaan pelaksanaan
UNILAUNILA Kebakaran hutan dan lahan adalah masalah yang belum terselesaikan dan terjadi hampir setiap tahun. Berbagai kebijakan terkait kebakaran hutan dan lahanKebakaran hutan dan lahan adalah masalah yang belum terselesaikan dan terjadi hampir setiap tahun. Berbagai kebijakan terkait kebakaran hutan dan lahan
Useful /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Zikir yang diberikan kepada responden dengan mengucapkan Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), Tahlil (Laa ilaahaaillallah), dan Takbir (Allahuakbar)Zikir yang diberikan kepada responden dengan mengucapkan Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), Tahlil (Laa ilaahaaillallah), dan Takbir (Allahuakbar)
LLDIKTI13LLDIKTI13 Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-test dan post-test pada 30 keluarga sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakanMetode yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre-test dan post-test pada 30 keluarga sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan
STFXAMBONSTFXAMBON Jika etika abad pertengahan umumnya menekankan hukum eksternal dan kepatuhan ritual, Abelard justru menempatkan bobot moral pada disposisi batin kehendak.Jika etika abad pertengahan umumnya menekankan hukum eksternal dan kepatuhan ritual, Abelard justru menempatkan bobot moral pada disposisi batin kehendak.
STFXAMBONSTFXAMBON Artikel ini mengkaji relevansi Prinsip Kerugian (Harm Principle) John Stuart Mill dalam On Liberty (1859) sebagai kerangka normatif untuk mengatasi tantanganArtikel ini mengkaji relevansi Prinsip Kerugian (Harm Principle) John Stuart Mill dalam On Liberty (1859) sebagai kerangka normatif untuk mengatasi tantangan