MAHESA CENTERMAHESA CENTER

Journal of Agriculture ScienceJournal of Agriculture Science

Kelapa sawit (Elaeis guinensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia serta menyerap jutaan tenaga kerja. Pesatnya perkembangan industri ini meningkatkan kebutuhan bibit berkualitas. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembibitan adalah teknik budidaya dan ketersediaan pupuk. Dalam konsep pertanian berkelanjutan, pupuk organik cair (POC) rebung bambu dapat menjadi alternatif sumber hara bagi bibit kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan mengetahui respon bibit kelapa sawit terhadap pemberian berbagai dosis POC rebung bambu serta menentukan dosis terbaik. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat selama 4 bulan (Maret–Juni 2025) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima taraf dosis: 0, 140, 280, 420, dan 560 ml/polybag. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC rebung bambu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif bibit. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 560 ml/polybag (P4).

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan pemberian POC rebung bambu memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery selanjutnya pemberian POC rebung bambu dengan dosis 560 ml/polybag, memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter yaitu jumlah pelepah daun, tinggi tanaman, panjang daun, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar, dan panjang akar terpanjang.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas POC rebung bambu pada berbagai varietas kelapa sawit guna mengidentifikasi varietas yang paling responsif terhadap pupuk organik ini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis kandungan unsur hara dalam POC rebung bambu secara lebih detail, serta pengaruhnya terhadap penyerapan hara oleh tanaman kelapa sawit. Ketiga, penelitian dapat mengkaji pengaruh kombinasi POC rebung bambu dengan pupuk anorganik secara terintegrasi untuk mencapai pertumbuhan bibit kelapa sawit yang optimal dan berkelanjutan.

  1. Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) Akibat Pemberian Berbagai Taraf Dosis... doi.org/10.34007/cultivate.v3i2.961Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Elaeis guinensis Jacq Akibat Pemberian Berbagai Taraf Dosis doi 10 34007 cultivate v3i2 961
  1. #tandan kosong kelapa sawit#tandan kosong kelapa sawit
  2. #kopi robusta coffea#kopi robusta coffea
Read online
File size575.83 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-3eZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test