MAHESA CENTERMAHESA CENTER

Journal of Agriculture ScienceJournal of Agriculture Science

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Non-Governmental Organization (NGO) dalam pengembangan masyarakat agribisnis serta kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Agribisnis memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di pedesaan, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses modal, rendahnya literasi teknologi, lemahnya jaringan pemasaran, dan keterbatasan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan sistematis terhadap artikel ilmiah dan laporan penelitian relevan periode 2016–2025, yang ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, dan DOAJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NGO berperan dalam pemberdayaan petani melalui pelatihan, pendampingan, fasilitasi akses modal, penguatan kelembagaan, pendampingan pemasaran, serta advokasi kebijakan publik. Peran tersebut tidak hanya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat kontribusi sektor agribisnis terhadap pencapaian SDGs, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta kelembagaan yang tangguh. Dengan demikian, NGO berperan dalam pengembangan masyarakat agribisnis untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

NGO memiliki peran strategis dalam pengembangan masyarakat agribisnis melalui berbagai dimensi, termasuk aspek teknis, ekonomi, sosial, dan kebijakan.Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, NGO membantu pemberdayaan petani, memfasilitasi akses modal, memperkuat kelembagaan agribisnis, membuka akses pemasaran, serta menjadi agen advokasi kebijakan publik.Peran ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, dan konsumsi serta produksi berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian, studi lanjutan dapat diarahkan pada evaluasi dampak jangka panjang dari intervensi NGO terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual seperti karakteristik sosial ekonomi dan geografis. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi model kemitraan yang efektif antara NGO, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengembangan agribisnis berkelanjutan, termasuk mekanisme pendanaan dan pembagian peran yang jelas. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pemberdayaan yang diterapkan oleh NGO di berbagai wilayah, guna mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan daya saing dan keberlanjutan sektor agribisnis di Indonesia.

  1. Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals | Fachri... doi.org/10.34007/cultivate.v3i2.964Peran NGO dalam Pengembangan Masyarakat Agribisnis untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals Fachri doi 10 34007 cultivate v3i2 964
  1. #kesejahteraan masyarakat#kesejahteraan masyarakat
  2. #kopi robusta coffea#kopi robusta coffea
Read online
File size457.7 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-3f0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test