JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional ServicesJurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional ServicesEkosistem mangrove di Kawasan Wisata Kairatu Beach terletak di pusat aktivitas wisata dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Namun, pemanfaatan sumber daya mangrove yang berlebihan tanpa mempertimbangkan aspek ekosistem ekologis berpotensi mengancam keberlanjutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi bioekologis, bentuk pemanfaatan, serta merumuskan strategi pengelolaan komunitas mangrove di kawasan wisata Kairatu Beach. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2025 melalui lapangan dan wawancara. Pengambilan sampel observasi mangrove dilakukan dengan metode line transect, sedangkan analisis bentuk pemanfaatan dan arahan pengelolaan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan seperti suhu, pH, dan salinitas masih berada dalam kisaran baku mutu, sementara nilai DO belum memenuhi standar kualitas perairan. Substrat di lokasi penelitian didominasi oleh lumpur berpasir. Ditemukan 8 jenis mangrove sejati dan 4 jenis mangrove ikutan, dengan tingkat kerapatan yang secara umum tergolong baik. Analisis menggunakan hemispherical photography menunjukkan variasi tutupan kanopi antarstasiun. Aktivitas pemanfaatan utama di kawasan ini meliputi pembangunan cottage, restoran dan kafe, wahana air, budidaya, serta penangkapan ikan. Berdasarkan hasil analisis, dirumuskan delapan strategi dan enam belas arahan pengelolaan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di kawasan wisata tersebut.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di kawasan wisata Kairatu Beach terdiri atas delapan jenis mangrove sejati dan empat jenis mangrove ikutan.Kondisi lingkungan secara umum masih sesuai dengan baku mutu, namun kadar dissolved oxygen (DO) dan salinitas berada di bawah standar yang direkomendasikan.Kerapatan jenis mangrove tergolong baik, sementara penutupan kanopi berada pada kategori sedang.Hal ini mengindikasikan adanya tekanan terhadap pertumbuhan vegetasi mangrove akibat aktivitas antropogenik di sekitar kawasan wisata.Aktivitas utama yang ditemukan meliputi pembangunan cottage, restoran dan kafe, wahana air, budidaya ikan kakap putih dan kepiting bakau, serta penangkapan ikan oleh masyarakat.Kegiatan tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga berdampak negatif terhadap ekosistem melalui peningkatan limbah, gangguan sirkulasi air, dan perubahan substrat.Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan pengelolaan kawasan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem mangrove di Kairatu Beach, termasuk pengaruh kenaikan permukaan air laut dan perubahan pola curah hujan terhadap pertumbuhan dan distribusi jenis mangrove. Kedua, penelitian tentang efektivitas berbagai metode rehabilitasi mangrove dalam meningkatkan kerapatan dan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut perlu dilakukan, dengan mempertimbangkan karakteristik substrat dan kondisi lingkungan setempat. Ketiga, penting untuk mengkaji peran serta masyarakat lokal dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan, termasuk pengembangan model partisipasi yang efektif dan pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya mangrove. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan ekosistem mangrove di Kairatu Beach, sehingga dapat mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
- Sustainable Marine Tourism Planning in South Malang: A Feasibility and Zoning Approach for Balanced Development... iieta.org/journals/ijsdp/paper/10.18280/ijsdp.200414Sustainable Marine Tourism Planning in South Malang A Feasibility and Zoning Approach for Balanced Development iieta journals ijsdp paper 10 18280 ijsdp 200414
- Jurnal Enggano. analisis kesesuaian ekosistem mangrove kawasan ekowisata pulau kelapan bangka jurnal... ejournal.unib.ac.id/index.php/jurnalenggano/article/view/10506Jurnal Enggano analisis kesesuaian ekosistem mangrove kawasan ekowisata pulau kelapan bangka jurnal ejournal unib ac index php jurnalenggano article view 10506
- Carbon Cycling and Storage in Mangrove Forests | Annual Reviews. carbon cycling storage mangrove forests... annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev-marine-010213-135020Carbon Cycling and Storage in Mangrove Forests Annual Reviews carbon cycling storage mangrove forests annualreviews content journals 10 1146 annurev marine 010213 135020
- OSF. osf osf.io/xd9cb_v1OSF osf osf io xd9cb v1
| File size | 470.55 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
APTKLHIAPTKLHI Tingkat konvergensi sebesar 96,1% menunjukkan potensi konflik antar pemangku kepentingan relatif rendah, sedangkan tingkat divergensi 3,9% mengindikasikanTingkat konvergensi sebesar 96,1% menunjukkan potensi konflik antar pemangku kepentingan relatif rendah, sedangkan tingkat divergensi 3,9% mengindikasikan
UNILAUNILA Repong Damar memiliki keanekaragaman flora dan satwa liar serta merupakan salah satu habitat penting bagi burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiRepong Damar memiliki keanekaragaman flora dan satwa liar serta merupakan salah satu habitat penting bagi burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
UNILAUNILA Inventarisasi hama di persemaian merupakan kegiatan pengumpulan dan penyusunan data mengenai hama yang menyerang bibit di persemaian. Inventarisasi hamaInventarisasi hama di persemaian merupakan kegiatan pengumpulan dan penyusunan data mengenai hama yang menyerang bibit di persemaian. Inventarisasi hama
UNILAUNILA Sedangkan ketinggian tempat berpengaruh nyata hanya terhadap jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Dosis pupuk komposSedangkan ketinggian tempat berpengaruh nyata hanya terhadap jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Dosis pupuk kompos
UNILAUNILA Lama waktu perendaman benih trembesi selama 72 jam berpengaruh paling baik terhadap persentase kecambah dan daya berkecambah benih trembesi yaitu sebesarLama waktu perendaman benih trembesi selama 72 jam berpengaruh paling baik terhadap persentase kecambah dan daya berkecambah benih trembesi yaitu sebesar
UNILAUNILA Akan tetapi, informasi silvikultur dalam pengembangannya masih terbatas khususnya di bidang penyediaan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiAkan tetapi, informasi silvikultur dalam pengembangannya masih terbatas khususnya di bidang penyediaan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
UNILAUNILA Kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain fotografi, berenang, pengamatan burung, berkano, menyusuri hutan mangrove, dan memancing. BerdasarkanKegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain fotografi, berenang, pengamatan burung, berkano, menyusuri hutan mangrove, dan memancing. Berdasarkan
UNILAUNILA Penambahan perendam larutan giberelin 150 ppm selama 24 jam memberikan pengaruh yang paling baik dengan rata-rata persen kecambah sebesar 65 persen, dibandingkanPenambahan perendam larutan giberelin 150 ppm selama 24 jam memberikan pengaruh yang paling baik dengan rata-rata persen kecambah sebesar 65 persen, dibandingkan
Useful /
INDOCHEMBULLINDOCHEMBULL Berdasarkan hasil analisis data posttest independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapatBerdasarkan hasil analisis data posttest independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat
INDOCHEMBULLINDOCHEMBULL Pada dimensi kecerdasan visual spasial menunjukkan peningkatan pemahaman siswa melalui tampilan visual dan interaktif simulasi, sementara untuk kecerdasanPada dimensi kecerdasan visual spasial menunjukkan peningkatan pemahaman siswa melalui tampilan visual dan interaktif simulasi, sementara untuk kecerdasan
UIN MALANGUIN MALANG In Indonesia, the acculturation between Islamic culture and traditional values resulted in the uniqueness of mosques architectural buildings and ornaments.In Indonesia, the acculturation between Islamic culture and traditional values resulted in the uniqueness of mosques architectural buildings and ornaments.
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH ). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada pembuatan tempe yang berbahan dasar biji nangka tidak sesuai dengan). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa pada pembuatan tempe yang berbahan dasar biji nangka tidak sesuai dengan