UMGUMG

Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)

Eksplorasi bakteri masih perlu dilakukan karena habitat atau kondisi lingkungan perairan yang berbeda, berbeda pula komunitas bakteri yang terdapat dalam saluran pencernaan ikan. Untuk wilayah Gresik, dilakukan eksplorasi komunitas bakteri dalam saluran pencernaan, terutama ikan nila belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi koloni, sel, dan sifat gram dari bakteri dalam saluran pencernaan ikan nila. Serta pH dan suhu optimal dalam peremajaan bakteri. Penelitian dilakukan di laboratorium KaVe (Kampung Vannamei), prosedur penelitian yaitu pembuatan media untuk pertumbuhan bakteri, pewarnaan gram untuk mengetahui sifat bakteri, pertumbuhan bakteri dalam suhu dan ph yang berbeda. Penelitian tersebut didapatkan hasil karakterisasi morfologi koloni semua isolat berbentuk bulat, bentuk permukaan semua timbul, tepian untuk isolat NL1 rata ireguler, Nl 2 berombak, dan NL 3 ireguler. Warna semua isolat berwarna putih untuk NL 1 berwarna putih kekuningan. Dan ukuran isolat NL1 4 µm, NL2 8 µm, dan NL3 5.65 µm. Hasil peremajaan dengan pH menunjukkan tidak berbeda nyata, sedangkan perlakuan suhu menunjukkan hasil berbeda nyata yaitu pada perlakuan NL 1 dan NL3 dengan suhu optimal 27,2 OC dan 31.7 OC. Hasil dari penelitian masih perlu uji lanjut tentang identifikasi berdasarkan karakteristik biokimia dan uji DNA bakteri dengan teknik PCR dan uji kemampuan bakteri menggunakan substrat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa isolat NL 1 memiliki karakteristik koloni berbentuk bulat, warna putih kekuningan, ukuran 4 µm, tepian rata ireguler, sel berbentuk kokus dengan reaksi Gram positif.Isolat NL 2 memiliki karakteristik bentuk bulat, warna putih, ukuran 8 µm, tepian berombak, sel berbentuk batang dengan reaksi gram positif.Isolat NL 3 memiliki karakteristik koloni berbentuk bulat, warna putih kekuningan, ukuran 5.65 µm, tepian ireguler, sel bentuk kokus dengan reaksi gram positif.Pertumbuhan bakteri pada range pH semua perlakuan tidak berbeda, namun pertumbuhan tertinggi didapatkan pada perlakuan pH 8 isolat NL 1, pH 2 isolat NL 2, dan pH 6 isolat NL 3.Isolat bakteri yang menghasilkan pertumbuhan tertinggi adalah NL 1 dan NL 3 dengan rentang suhu 27,20C dan NL 2 pada suhu 31,7OC.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri yang berhasil diisolasi secara lebih detail melalui analisis karakteristik biokimia dan teknik PCR untuk mengetahui profil genetiknya. Selain itu, penting untuk menguji kemampuan bakteri-bakteri tersebut dalam mendegradasi berbagai substrat yang umum ditemukan dalam pakan ikan nila, sehingga dapat diketahui potensi mereka sebagai penghasil enzim pencernaan. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi probiotik yang efektif berdasarkan kombinasi bakteri-bakteri terpilih, dengan mempertimbangkan sinergi antar bakteri dan pengaruhnya terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini dapat diperluas dengan menguji efektivitas probiotik pada berbagai kondisi lingkungan budidaya, seperti perbedaan salinitas atau kualitas air, untuk memastikan keberhasilan aplikasi di lapangan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi budidaya ikan nila yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Read online
File size358.5 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test