UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek penambahan probiotik boster aquaenzyms dalam pakan pellet terhadap parameter hematologi darah ikan kakap putih, dengan fokus pada mengamati jumlah eritrosit, leukosit, dan diferensial leukosit. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pakan yang mengandung probiotik boster aquaenzyms pada dosis yang berbeda selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), diferensial leukosit, tingkat kelangsungan hidup, dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik boster aquaenzyms berpengaruh terhadap profil darah dan kelangsungan hidup ikan kakap putih. Perlakuan A dengan dosis 2 g/kg pakan memberikan hasil terbaik, dengan peningkatan jumlah eritrosit dan leukosit, serta persentase limfosit dan monosit yang tinggi. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan A.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik Boster Aquaenzyms pada pakan pellet berpengaruh terhadap profil darah dan kelangsungan hidup ikan kakap putih (Lates calcarifer).Perlakuan A dengan dosis 2 g/kg pakan memberikan hasil terbaik, dengan rincian.pada perlakuan B (80,00 ± 1,00%) d).pada perlakuan K (24,67 ± 1,53%) e).pada perlakuan A (26,67 ± 23,09%) Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan A (2 g/kg pakan) merupakan dosis optimal probiotik boster aquaenzyms untuk meningkatkan profil darah dan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lanjutan dengan fokus pada dosis optimal probiotik boster aquaenzyms untuk meningkatkan profil darah dan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efek probiotik pada sistem imun ikan kakap putih dan bagaimana probiotik dapat meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Apakah ada interaksi antara probiotik dan bakteri patogen dalam saluran pencernaan ikan? Bagaimana probiotik dapat mempengaruhi keseimbangan mikrobiota usus dan apakah hal ini berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan ikan? Apakah ada dosis probiotik yang optimal untuk memaksimalkan manfaatnya tanpa menimbulkan efek negatif? Studi lanjutan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan memberikan wawasan lebih dalam tentang penggunaan probiotik dalam budidaya ikan kakap putih.
| File size | 315.8 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Tujuan penelitian ini mengetahui pola pertumbuhan ikan nila di wilayah tersebut dapat membantu pembudidaya dalam menyesuaikan manajemen pakan, padat tebarTujuan penelitian ini mengetahui pola pertumbuhan ikan nila di wilayah tersebut dapat membantu pembudidaya dalam menyesuaikan manajemen pakan, padat tebar
UMRAHUMRAH Nilai tertinggi hematokrit (45,84%) dan limfosit (77,00%) diperoleh pada perlakuan B dengan dosis 20 g/kg pakan. sebagai imunostimulan alami dalam meningkatkanNilai tertinggi hematokrit (45,84%) dan limfosit (77,00%) diperoleh pada perlakuan B dengan dosis 20 g/kg pakan. sebagai imunostimulan alami dalam meningkatkan
UMRAHUMRAH Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak tanam yang optimal pada laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii dengan metode lepas dasar. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak tanam yang optimal pada laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii dengan metode lepas dasar. Penelitian
UMRAHUMRAH Hasil Penelitian setelah di uji statistic sidik ragam ANOVA, pengaruh Bobot bibit yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvareziiHasil Penelitian setelah di uji statistic sidik ragam ANOVA, pengaruh Bobot bibit yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii
UMRAHUMRAH Perendaman dilakukan selama 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang digunakan memiliki kalium 0,31% dan pH 4. Pada penelitian ini pemberianPerendaman dilakukan selama 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang digunakan memiliki kalium 0,31% dan pH 4. Pada penelitian ini pemberian
UMRAHUMRAH Mulai dari dosis 2 ppm memiliki efektifitas yang baik dalam menurunkan populasi Vibrio sp. selama 72 jam. Pemberian Smart Care pada dosis 2 ppm memilikiMulai dari dosis 2 ppm memiliki efektifitas yang baik dalam menurunkan populasi Vibrio sp. selama 72 jam. Pemberian Smart Care pada dosis 2 ppm memiliki
UMRAHUMRAH Penelitian ini mengkaji pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air untuk mengetahui dosis terbaik terhadap kelangsungan hidup larva kakapPenelitian ini mengkaji pemberian dosis minyak cumi yang berbeda pada permukaan air untuk mengetahui dosis terbaik terhadap kelangsungan hidup larva kakap
UMRAHUMRAH Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu A: 1 kali/hari, B: 2 kali/hari, C: 3 kali/hari, dan D: 4 kali/hari.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu A: 1 kali/hari, B: 2 kali/hari, C: 3 kali/hari, dan D: 4 kali/hari.
Useful /
UMRAHUMRAH 072 kg/unit/tahun atau 5,072 ton/unit/tahun pada KJA ukuran 3 × 6 m. Kinerja usaha yang didapatkan pada usaha tersebut adalah PP 0,6 tahun dan072 kg/unit/tahun atau 5,072 ton/unit/tahun pada KJA ukuran 3 × 6 m. Kinerja usaha yang didapatkan pada usaha tersebut adalah PP 0,6 tahun dan
UMRAHUMRAH Selain itu, isolat tersebut tahan terhadap kondisi asam dan basa, sehingga berpotensi besar untuk bertahan hidup dalam saluran pencernaan ikan dan mendukungSelain itu, isolat tersebut tahan terhadap kondisi asam dan basa, sehingga berpotensi besar untuk bertahan hidup dalam saluran pencernaan ikan dan mendukung
UMRAHUMRAH Sementara itu, laju pertumbuhan spesifik harian tertinggi tertuju pada perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g.Sementara itu, laju pertumbuhan spesifik harian tertinggi tertuju pada perlakuan 50 g, diikuti oleh perlakuan 150 g, dan terendah pada perlakuan 100 g.
UMRAHUMRAH Akuarium yang digunakan berukuran 25x25x35 cm diisi air sebanyak 10 liter dengan kepadatan 5 ekor/liter. Perlakuan suhu yang dilakukan yaitu P1 (26°C),Akuarium yang digunakan berukuran 25x25x35 cm diisi air sebanyak 10 liter dengan kepadatan 5 ekor/liter. Perlakuan suhu yang dilakukan yaitu P1 (26°C),