UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Keberlanjutan usaha katering makanan sehat sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku organik yang segar, berkualitas tinggi, dan konsisten. Namun, rantai pasok bahan baku ini sering menghadapi risiko seperti terbatasnya jumlah pemasok, kualitas produk yang tidak stabil, dan keterlambatan pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko rantai pasok bahan baku pada usaha katering makanan sehat di Kota Malang menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik usaha dan staf pengadaan, serta kuesioner yang menilai tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi risiko. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa risiko dengan prioritas tertinggi adalah terbatasnya ketersediaan bahan baku organik (RPN = 315), diikuti oleh variasi kualitas bahan baku (RPN = 288) dan keterlambatan pengiriman (RPN = 210). Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dengan merekomendasikan diversifikasi mitra petani organik, penerapan standar kualitas dalam pengadaan, dan penguatan koordinasi distribusi untuk memastikan keberlanjutan usaha katering makanan sehat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko rantai pasok bahan baku pada usaha katering makanan sehat di Kota Malang menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa terbatasnya ketersediaan bahan baku organik merupakan risiko dengan prioritas tertinggi, diikuti oleh variasi kualitas bahan baku dan keterlambatan pengiriman.Hasil ini menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha makanan sehat sangat bergantung pada pengelolaan pasokan bahan baku yang efektif.Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi mitra petani organik, penerapan standar kualitas pengadaan, penguatan sistem distribusi, dan pendirian kontrak jangka panjang yang saling menguntungkan antara pengusaha dan petani.Upaya-upaya ini tidak hanya mengurangi kerugian potensial tetapi juga meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggabungkan FMEA dengan pendekatan lain seperti House of Risk (HOR) atau Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghasilkan analisis risiko yang lebih komprehensif, termasuk hubungan antar risiko. Selain itu, perlu diperluas cakupan penelitian dengan mengkaji usaha katering sehat di kota-kota lain untuk memungkinkan generalisasi temuan dan perbandingan antardaerah. Terakhir, mengintegrasikan perspektif konsumen akan memberikan wawasan tentang bagaimana risiko bahan baku mempengaruhi persepsi kualitas layanan dan loyalitas pelanggan.

Read online
File size279.09 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test