UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing harga usaha budidaya rumput laut di Desa Lederaga, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik simple random sampling terhadap 30 orang petani (20% dari populasi). Analisis data meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisis biaya dan pendapatan, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut dengan metode bottom release memiliki pendapatan rata-rata per tahun sebesar Rp18.602.325,63 per petani, per tahun, dengan proses produksi selama 3 musim, menunjukkan bahwa usaha ini tergolong menguntungkan. Kekuatan usaha terletak pada lokasi yang strategis, teknik budidaya yang sederhana, dan tersedianya tenaga kerja lokal yang terampil. Kelemahan utama meliputi keterbatasan teknologi pasca panen dan fluktuasi harga pasar. Peluang yang dapat dimanfaatkan meliputi tingginya permintaan di pasar domestik dan internasional serta potensi penciptaan lapangan kerja baru. Namun, usaha ini juga menghadapi ancaman serius seperti perubahan iklim, terbatasnya akses terhadap teknologi modern, dan ketergantungan petani terhadap tengkulak. Strategi yang disarankan adalah memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang pasar dan meningkatkan kapasitas produksi melalui pelatihan dan pembentukan lembaga pendukung.

Berdasarkan penelitian di Desa Lederaga, Kecamatan Hawu Mehara, dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya rumput laut menggunakan metode off-bottom di perairan Lederaga menguntungkan dengan pendapatan tahunan sebesar Rp18,359,693 per petani.Strategi yang direkomendasikan adalah mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada untuk memperluas usaha, memperluas area budidaya, dan meningkatkan keterampilan teknis budidaya untuk meningkatkan produktivitas.Strategi ini harus dilakukan sambil menjaga komitmen manajemen terhadap kualitas produk dan mempromosikan praktik ini di antara semua petani rumput laut.Matriks SWOT menunjukkan bahwa strategi terkuat adalah memanfaatkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Untuk meningkatkan daya saing harga rumput laut di Lederaga, disarankan untuk melakukan inovasi dalam proses pengeringan, seperti pengembangan teknologi pengeringan surya tipe kabinet. Teknologi ini diyakini dapat meningkatkan kualitas rumput laut saat pengeringan dan mudah dalam konstruksinya karena menggunakan teknologi yang sesuai. Selain itu, penggunaan bahan lokal dan tenaga kerja lokal membuat metode ini lebih hemat biaya dan praktis bagi petani. Pemerintah daerah juga dapat memfasilitasi pembentukan institusi atau koperasi khusus untuk mendukung kebutuhan budidaya rumput laut Eucheuma cottonii menggunakan metode off-bottom di perairan Hawu Mehara. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada strategi manajemen risiko untuk mengatasi atau meminimalkan risiko potensial, serta melakukan analisis daya saing yang lebih mendalam menggunakan metode kuantitatif agar hasilnya lebih akurat menggambarkan kondisi di area penelitian.

Read online
File size276.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test