PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Meningkatnya jumlah penduduk dan industri di Indonesia berkolerasi positif dengan jumlah dan jenis limbah yang dihasilkan sehingga pengolahan akan semakin menantang. Untuk mengatasi hal tersebut, Metode Advanced Oxidation Processes (AOPs) mulai banyak dikembangkan karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode lain. Di Indonesia, literatur yang mengkaji penerapan metode AOPs masih sedikit. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai penerapan metode AOPs di Indonesia sehingga dapat memberikan kontribusi keilmuan terkait penerapan metode AOPs. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa sistem AOPs yang diterapkan di Indonesia antara lain sonochemical, fenton, peroxymonosulfate/Katalis, UV/H2O2, UV/H2O2/TiO2, O3/ H2O2, O3/GAC, UV/Fenton/Katalis, fotofenton dan elektronfenton. Sistem tersebut memiliki prinsip kerja yang serupa yaitu memproduksi radikal bebas untuk mendegradasi kontaminan. Akan tetapi terdapat perbedaan yang jelas diantara nya metode tersebut dalam memproduksi radikal bebas tersebut. Selain itu, efisiensi penurunan pencemar sistem AOPs juga berbeda-beda tergantung jenis sistem AOPs yang dipakai serta faktor-faktor lain seperti kondisi pH, waktu reaksi, konsentrasi H2O2, konsentrasi reagen Fe, konsentrasi PMS, variasi debit udara, feeding rate ozon, dosis GAC, perbandingan molar H2O2:FeSO4, dosis katalis, tegangan listrik, jarak elektroda, rasio H2O2/COD dan lain-lain.

Sistem AOPs (Advanced Oxidation Process) yang diterapkan di Indonesia, antara lain.O3/H2O2, fenton, UV/H2O2, peroxymonosulfate/katalis, O3/GAC, UV/H2O2/TiO2, UV/fenton/katalis, dan elektronfenton.Sistem tersebut dapat digunakan dalam mengolah berbagai limbah industri, limbah domestik, limbah rumah sakit, limbah laboratorium dan lindi.Prinsip kerja pada masing-masing sistem pada prinsipnya sama yaitu memproduksi radikal bebas baik berbentuk radikal hidroksil maupun radikal sulfat untuk mendegradasi kontaminan.Yang membedakan adalah cara memproduksi radikal bebas tersebut.Efisiensi penurunan pencemar sistem AOPs (Advanced Oxidation Process) berbeda-beda tergantung jenis sistem AOPs yang digunakan serta dipengaruhi faktor lain seperti kondisi pH, waktu reaksi, konsentrasi hidrogen peroksida, konsentrasi reagen Fe, konsentrasi PMS, suhu, variasi debit udara, feeding rate ozon, dosis GAC, perbandingan molar H2O2.FeSO4, dosis katalis, tegangan listrik, jarak elektroda dan rasio H2O2/COD.Sistem AOPs (Advanced Oxidation Process) yang diterapkan di RSUD Banyumas yaitu menggunakan O3/UV ditambah media sarang tawon dengan efisiensi penyisihan pencemar BOD 41,67%.minyak dan lemak 37,5% dan total coliform 79,17% sedangkan sistem AOPs yang diterapkan di TPA Benowo yaitu menggunakan O3/UV/H2O2 ditambah nanofilter dengan efisiensi penyisihan pencemar BOD 94,63%.

1. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan katalis non-logam dalam sistem AOPs terhadap lingkungan dan biaya operasional. 2. Studi tentang optimasi kombinasi parameter seperti pH, konsentrasi reaktan, dan waktu kontak untuk meningkatkan efisiensi degradasi kontaminan spesifik seperti logam berat atau senyawa organik kompleks. 3. Pengembangan teknologi AOPs skala kecil berbasis energi terbarukan, seperti solar panel, untuk meningkatkan aksesibilitas metode ini di daerah pedesaan atau daerah dengan infrastruktur listrik terbatas.

Read online
File size448.46 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test