UKRIUKRI

ENVIROSAN : Jurnal Teknik LingkunganENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan kerja, termasuk di laboratorium Research and Development (R&D) PT ABC yang menggunakan berbagai bahan kimia berbahaya, peralatan canggih, dan prosedur kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menganalisis peluang dan langkah pengendalian untuk meningkatkan keselamatan kerja menggunakan metode HIRAO (Hazard Identification, Assessment of Risk and Opportunities) berbasis ISO 45001. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 potensi bahaya yang teridentifikasi di berbagai ruang laboratorium, termasuk bahaya fisik, kimia, ergonomi, dan listrik. Penilaian risiko menghasilkan kategori risiko rendah (34,29%), sedang (37,14%), dan tinggi (28,57%). Setelah implementasi pengendalian seperti prosedur tetap (protap), alat pelindung diri (APD), label Hazcom, serta pelatihan, risiko menurun secara signifikan dengan 82,76% risiko berada dalam kategori rendah dan 17,24% kategori sedang. Peluang perbaikan mencakup penggunaan APD, pelabelan alat, serta pelatihan protokol keselamatan yang secara keseluruhan meningkatkan keamanan dan efisiensi kerja di laboratorium. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan sistematis dalam pengelolaan K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kelancaran penelitian dan pengembangan.

Berdasarkan hasil penelitian, analisis pengendalian risiko K3 di laboratorium R&D menunjukkan bahwa terdapat 39 potensi bahaya yang teridentifikasi di berbagai ruangan laboratorium, meliputi bahaya fisik, kimia, ergonomi, dan listrik.Risiko yang ditemukan bervariasi, seperti gangguan pendengaran di ruang gelap, paparan bahan kimia di ruang timbang, hingga cedera akibat penggunaan alat di ruang disolusi.Penilaian risiko menunjukkan tingkat risiko yang berbeda di setiap ruangan.Sebelum perbaikan, risiko dikategorikan sebagai rendah (34,29%), sedang (37,14%), dan tinggi (28,57%).Ruang gelap dan laboratorium memiliki risiko tertinggi, sedangkan ruang timbang memiliki risiko rendah.Langkah pengendalian meliputi penerapan prosedur tetap (protap), penggunaan APD, pelabelan Hazcom, dan pelatihan.Setelah implementasi, risiko menurun secara signifikan, dengan 82,76% masuk dalam kategori rendah dan 17,24% dalam kategori sedang.Upaya perbaikan dilakukan melalui penggunaan APD, pelabelan alat, pelatihan, dan sosialisasi.Semua langkah ini bertujuan mengurangi risiko hingga tingkat wajar dan mendukung keberlangsungan operasional secara aman.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi sebagai berikut: 1. Mengembangkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terintegrasi dengan sistem manajemen laboratorium, sehingga dapat memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja secara menyeluruh. 2. Menganalisis efektivitas penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja di laboratorium, serta mengidentifikasi jenis APD yang paling efektif untuk berbagai jenis bahaya. 3. Meneliti dan mengembangkan protokol keselamatan yang spesifik untuk setiap jenis aktivitas di laboratorium, dengan mempertimbangkan potensi bahaya dan risiko yang terkait. Protokol ini dapat mencakup langkah-langkah pencegahan, prosedur darurat, dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan pekerja dalam menghadapi situasi berbahaya.

  1. DOI Name 10.30880 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 13z crossref email support... doi.org/10.30880DOI Name 10 30880 Values doi name values index type timestamp data hs serv 13z crossref email support doi 10 30880
Read online
File size352.71 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test