POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA
Media InformasiMedia InformasiLatar belakang: Pesantren adalah lembaga pendidikan berbasis Islam yang menyediakan makanan harian bagi santri. Pesantren Al-Bahjah menyediakan sekitar 4.500 porsi makanan per hari. Tujuan: Studi ini bertujuan mengevaluasi kandungan gizi menu yang disajikan terhadap kecukupan gizi santri. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan dari Mei hingga Oktober 2025 di Pesantren Al-Bahjah, Kabupaten Cirebon. Responden meliputi kepala dapur, staf pengolahan makanan, dan pelayan. Data komposisi menu diperoleh melalui penimbangan makanan dan dianalisis menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2020. Standar kecukupan gizi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019. Hasil: Rata-rata kandungan gizi makanan yang dikonsumsi santri adalah 1.605 kcal energi, 57 g protein, 40 g lemak, dan 249 g karbohidrat. Rata-rata kecukupan gizi harian adalah 2.183 kcal energi, 63 g protein, 73 g lemak, dan 322 g karbohidrat. Kesimpulan: Makanan yang disediakan di Pesantren Al-Bahjah tidak memenuhi kebutuhan gizi santri. Disarankan untuk menambahkan camilan yang memberikan kontribusi sekitar 20% dari kecukupan gizi harian untuk meningkatkan asupan nutrisi santri secara keseluruhan.
Rata-rata kandungan gizi yang dikonsumsi santri adalah 1.605 kcal energi, 57 g protein, 40 g lemak, dan 249 g karbohidrat.Rata-rata kecukupan gizi harian santri adalah 2.183 kcal energi, 63 g protein, 73 g lemak, dan 322 g karbohidrat.Oleh karena itu, tingkat kecukupan energi santri mencapai 74% (tidak memadai), kecukupan protein 89% (tidak memadai), kecukupan lemak 56% (sangat tidak memadai), dan kecukupan karbohidrat 77% (tidak memadai).Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan gizi dari menu makanan yang disajikan tidak memenuhi kecukupan gizi santri.Oleh karena itu, disarankan untuk menambahkan camilan yang memberikan kontribusi sekitar 20% dari kecukupan gizi harian.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak preferensi budaya terhadap perencanaan menu makanan di pesantren, mengevaluasi efektivitas program pendidikan gizi untuk meningkatkan kesadaran santri tentang nutrisi, serta menguji kontribusi spesifik dari jenis camilan tertentu dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Penelitian juga dapat mengkaji pengaruh pola makan dan aktivitas fisik santri terhadap kebutuhan gizi mereka. Selain itu, studi tentang keterlibatan staf dapur dalam pengembangan menu seimbang dan pelatihan manajemen gizi bisa menjadi arah penelitian yang relevan. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan perbedaan kebutuhan gizi antara santri laki-laki dan perempuan, serta dampak pendidikan agama terhadap perilaku konsumsi makanan.
| File size | 433.03 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PUSMEDIAPUSMEDIA Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldañaData dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Desain quasi-eksperimental digunakan, melibatkan dua kelas utuh: XI MIA 1 (kelompok eksperimen), yang menerima instruksi menggunakan saluran YouTube, danDesain quasi-eksperimental digunakan, melibatkan dua kelas utuh: XI MIA 1 (kelompok eksperimen), yang menerima instruksi menggunakan saluran YouTube, dan
JPPIJPPI Namun, frekuensi sesi praktikum, yang saat ini hanya dilakukan empat kali per semester per kelas, dianggap suboptimal dan perlu ditingkatkan agar sesuaiNamun, frekuensi sesi praktikum, yang saat ini hanya dilakukan empat kali per semester per kelas, dianggap suboptimal dan perlu ditingkatkan agar sesuai
IAINIAIN 000 < 0. 05. This demonstrates the effectiveness of self-management techniques in enhancing student learning independence. These findings support Banduras000 < 0. 05. This demonstrates the effectiveness of self-management techniques in enhancing student learning independence. These findings support Banduras
UEUUEU Latar Belakang: Sikap Empati merupakan komponen penting dalam pelayanan hubungan terapeutik antara perawat dan pasien, terutama pada pelayanan di ruangLatar Belakang: Sikap Empati merupakan komponen penting dalam pelayanan hubungan terapeutik antara perawat dan pasien, terutama pada pelayanan di ruang
UEUUEU Metode: Penelitian dilakukan melalui observasi terhadap nilai dan sikap mahasiswa, khususnya dalam hal keaktifan selama proses pembelajaran. Evaluasi dilakukanMetode: Penelitian dilakukan melalui observasi terhadap nilai dan sikap mahasiswa, khususnya dalam hal keaktifan selama proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan
UEUUEU Terdapat berbagai intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan perawat terkait pelaksanaan VAP bundle di ICU. Intervensi edukasi danTerdapat berbagai intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan perawat terkait pelaksanaan VAP bundle di ICU. Intervensi edukasi dan
KOPERTAIS4KOPERTAIS4 These institutions contribute to the development of responsible future educators and require government support for their continued progress. The studyThese institutions contribute to the development of responsible future educators and require government support for their continued progress. The study
Useful /
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Penelitian ini menggunakan desain survei analitis dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh 37 pekerja di PT Moratelindo,Penelitian ini menggunakan desain survei analitis dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh 37 pekerja di PT Moratelindo,
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Dalam konteks isu LGBT, pemaknaan kesetaraan berdasarkan surat al-Hujurat ayat 13 tidak dapat dijadikan legitimasi terhadap orientasi seksual atau perilakuDalam konteks isu LGBT, pemaknaan kesetaraan berdasarkan surat al-Hujurat ayat 13 tidak dapat dijadikan legitimasi terhadap orientasi seksual atau perilaku
SANIYASANIYA Analisis buku dwibahasa Tanpa Kemudian menunjukkan adanya dua konsep emosi utama, yaitu emosi positif dan negatif, dengan empat contoh emosi positif danAnalisis buku dwibahasa Tanpa Kemudian menunjukkan adanya dua konsep emosi utama, yaitu emosi positif dan negatif, dengan empat contoh emosi positif dan
JPPIJPPI Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Dodol Garut mencakup berbagai konsep fisika, termasuk suhu dan panas, viskositas, hukum Newton, perubahanHasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Dodol Garut mencakup berbagai konsep fisika, termasuk suhu dan panas, viskositas, hukum Newton, perubahan