UEUUEU

Indonesian Journal of Nursing Health ScienceIndonesian Journal of Nursing Health Science

Latar Belakang: Sikap Empati merupakan komponen penting dalam pelayanan hubungan terapeutik antara perawat dan pasien, terutama pada pelayanan di ruang rawat inap. Diruang rawat inap lebih menuntut interaksi intesnsif dan berkelanjutan antara pasien dan perawat. Empati yang tinggi dapat meningkatkan kepuasan dan kenyamanan pasien serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap empati perawat di ruang rawat inap menggunakan instrument Perth Emphaty Scale (PES). Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan jumlah total 74 perawat dan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat empati perawat dengan The Perth Empathy Scale (PES). Instrument sudah dilakukan uji validitas (r 0.88) dan reabilitas (r 0.97). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 74 perawat, masing-masing lebih dari sebagian (50%) menunjukkan tingkat empati tinggi dan (4.1%)memiliki sikap empati rata – rata dan (45.9%) empati rendah. Temuan ini menunjukkan adanya variasi signifikan dalam sikap empati perawat diruang rawat inap. Kesimpulan: Variasi Tingkat empati perawat menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan dalam bentuk pelatuhan soft skill dan komunikasi terapeutik, guna meningkatkan sikap empati sebagai bagian dari mutu pelayanan keperawatan. Instistusi pelayan Kesehatan diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian sebagai dasar dalam perencanaan program pengembangan professional perawat.

The results indicate that while some nurses have demonstrated a good attitude of empathy, a large number of others still need to improve their empathic skills, especially in dealing with patients negative emotions.Therefore, the results of this study can serve as a basis for health service and nursing education institutions to design empathy and therapeutic communication training interventions, aiming to improve the quality of the nurse-patient relationship, patient satisfaction in particular, and the overall quality of nursing services.The following study aims to assess the extent of the relationship between nurse empathy and patient satisfaction with an increasingly diverse group of respondents.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan intervensi berkelanjutan dalam bentuk pelatihan soft skill dan komunikasi terapeutik guna meningkatkan sikap empati perawat sebagai bagian dari mutu pelayanan keperawatan. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada menilai hubungan antara empati perawat dengan kepuasan pasien dengan menggunakan kelompok responden yang lebih beragam. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat empati perawat, seperti karakteristik pribadi, sosial, genetik, dan lingkungan. Dengan memahami faktor-faktor ini, institusi pelayanan kesehatan dan pendidikan keperawatan dapat merancang intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan empati perawat dan kualitas hubungan terapeutik dengan pasien.

  1. The Impact of Nurse Empathy in Hospitals Nursing Services | MEDIA ILMU KESEHATAN. impact nurse empathy... doi.org/10.30989/mik.v12i3.1201The Impact of Nurse Empathy in Hospitals Nursing Services MEDIA ILMU KESEHATAN impact nurse empathy doi 10 30989 mik v12i3 1201
  2. The validation of a Mandarin version of the Empathy Components Questionnaire (ECQ-Chinese) in Chinese... doi.org/10.1371/journal.pone.0275903The validation of a Mandarin version of the Empathy Components Questionnaire ECQ Chinese in Chinese doi 10 1371 journal pone 0275903
Read online
File size159.43 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test