UEUUEU
Indonesian Journal of Nursing Health ScienceIndonesian Journal of Nursing Health ScienceStunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi dalam waktu yang lama akibat pemberian makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Kasus stunting terbanyak berada di Kecamatan Cilacap Tengah yaitu sebanyak 871 (13,10%) yang terdiri dari kategori sangat pendek 173 (19%) kasus dan pendek 698 (80%) kasus. Puskesmas Cilacap Tengah II menduduki peringkat pertama dari 38 Kabupaten di Cilacap dengan kejadian balita dengan stunting sebanyak 736 (25,9%) kasus dari total jumlah 2.837 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan balita stunting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jenis data sekunder diambil menggunakan checklist yang berisi umur, jenis kelamin, riwayat ASI eksklusif, riwayat berat badan lahir. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 100 kasus stunting dan 100 kontrol. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita usia 24-59 bulan berjenis kelamin laki-laki, diberikan ASI eksklusif dan berat badan lahir cukup. Semua variabel berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Usia balita 24-59 bulan merupakan faktor dominan terjadinya stunting. Usia balita 24-59 bulan memiliki risiko untuk mengalami stunting sebesar 10 kali lebih besar dari usia balita 12-23 bulan setelah dikontrol dengan pemberian ASI eksklusif. untuk mengembangkan manajemen stunting yang fokus pada usia 24 – 59 bulan.
Berdasarkan penelitian, maka dapat dibuat kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara usia balita, riwayat pemberian ASI eksklusif dan berat lahir bayi dengan kejadian stunting.Faktor yang paling dominan berhubungan dengan stunting pada balita di Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Selatan Tahun 2019 adalah usia balita 24-59 bulan.Usia balita 24-59 bulan memiliki risiko untuk mengalami stunting sebesar 10 kali lebih besar dari usia balita 12-23 bulan setelah dikontrol dengan pemberian ASI eksklusif.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak intervensi gizi spesifik untuk anak usia 24-59 bulan di daerah dengan tingkat stunting tinggi. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang perbedaan respons nutrisi antara anak laki-laki dan perempuan dalam konteks stunting. Penelitian juga bisa mengkaji pengaruh durasi pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan pertumbuhan anak dalam jangka panjang, khususnya di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Ketiga arah penelitian ini dapat memberikan wawasan baru untuk menyusun kebijakan dan program pencegahan stunting yang lebih efektif.
- Ketahanan Pangan Rumah Tangga Anak Stunting Usia 6-23 Bulan di Wilangan, Kabupaten Nganjuk | Amerta Nutrition.... doi.org/10.20473/amnt.v3i1.2019.18-23Ketahanan Pangan Rumah Tangga Anak Stunting Usia 6 23 Bulan di Wilangan Kabupaten Nganjuk Amerta Nutrition doi 10 20473 amnt v3i1 2019 18 23
- Determinants of Failure to Thrive(FTT) amongst infants aged 6-24 months: a case-control study | Journal... doi.org/10.15167/2421-4248/jpmh2015.56.4.451Determinants of Failure to Thrive FTT amongst infants aged 6 24 months a case control study Journal doi 10 15167 2421 4248 jpmh2015 56 4 451
- Risk factors of stunting (chronic undernutrition) of children aged 6 to 24 months in Mekelle City, Tigray... doi.org/10.1371/journal.pone.0217736Risk factors of stunting chronic undernutrition of children aged 6 to 24 months in Mekelle City Tigray doi 10 1371 journal pone 0217736
- Jurnal Ilmiah Potensia Pendidikan Anak Usia Dini Early Childhood Education. hubungan persepsi smartphone... ejournal.unib.ac.id/index.php/potensia/article/view/6152Jurnal Ilmiah Potensia Pendidikan Anak Usia Dini Early Childhood Education hubungan persepsi smartphone ejournal unib ac index php potensia article view 6152
- Faktor risiko stunting pada anak umur 6-24 bulan di kecamatan Penanggalan kota Subulussalam provinsi... doi.org/10.14710/jgi.3.1.126-134Faktor risiko stunting pada anak umur 6 24 bulan di kecamatan Penanggalan kota Subulussalam provinsi doi 10 14710 jgi 3 1 126 134
| File size | 702.68 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Variasi yang ditunjukkan standar deviasi 0,434 mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan mahasiswa dalam mengelola stres kesimpulan Mahasiswa yang bekerjaVariasi yang ditunjukkan standar deviasi 0,434 mengindikasikan adanya perbedaan kemampuan mahasiswa dalam mengelola stres kesimpulan Mahasiswa yang bekerja
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Masalah seperti perselingkuhan, perilaku seksual menyimpang, dan tindakan amoral pemimpin gereja masih kerap terjadi. Melalui pendekatan kualitatif berbasisMasalah seperti perselingkuhan, perilaku seksual menyimpang, dan tindakan amoral pemimpin gereja masih kerap terjadi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis
SALNESIASALNESIA Hasilnya menunjukkan bahwa peserta antusias, aktif menjawab, dan menunjukkan peningkatan motivasi berbicara. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapatHasilnya menunjukkan bahwa peserta antusias, aktif menjawab, dan menunjukkan peningkatan motivasi berbicara. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat
UEUUEU Perawat berperan penting dalam pencegahan VAP melalui penerapan VAP bundle. Meskipun berbagai pedoman telah diterbitkan, pelaksanaannya belum optimal yangPerawat berperan penting dalam pencegahan VAP melalui penerapan VAP bundle. Meskipun berbagai pedoman telah diterbitkan, pelaksanaannya belum optimal yang
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Manajemen yang efektif dapat dicapai melalui pendekatan berbasis komunitas yang menekankan edukasi sanitasi dan keterlibatan aktif keluarga. PenangananManajemen yang efektif dapat dicapai melalui pendekatan berbasis komunitas yang menekankan edukasi sanitasi dan keterlibatan aktif keluarga. Penanganan
UEUUEU Prevalensi IDO post Sectio Caesarea di RSUD Balaraja dalam kurun waktu 3 tahun yaitu pada tahun 2021, 2022 dan 2023 berturut turut 1,97%, 2,03%, dan 1,85%Prevalensi IDO post Sectio Caesarea di RSUD Balaraja dalam kurun waktu 3 tahun yaitu pada tahun 2021, 2022 dan 2023 berturut turut 1,97%, 2,03%, dan 1,85%
UEUUEU Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan mencari informasi yang lebih baik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Pada penelitianTujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan mencari informasi yang lebih baik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Pada penelitian
UEUUEU Penting bagi pengasuh anak untuk mengetahui bagaimana pencegahan dan penanganan jatuh pada anak dan balita. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberianPenting bagi pengasuh anak untuk mengetahui bagaimana pencegahan dan penanganan jatuh pada anak dan balita. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian
Useful /
SALNESIASALNESIA Peningkatan ini terlihat dari kemampuan anggota mengidentifikasi dilema etika, kesadaran akan nilai-nilai religius sebagai landasan moral, proaktivitasPeningkatan ini terlihat dari kemampuan anggota mengidentifikasi dilema etika, kesadaran akan nilai-nilai religius sebagai landasan moral, proaktivitas
UEUUEU Perusahaan memberikan dukungan melalui pelatihan, penempatan pekerja, dan pendampingan konseling bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. PendampinganPerusahaan memberikan dukungan melalui pelatihan, penempatan pekerja, dan pendampingan konseling bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Pendampingan
UEUUEU Kemudian untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menujukkanKemudian untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dari Pearson dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menujukkan
UEUUEU Keluarga yang merawat klien dengan halusinasi merasakan beban yang cukup berat dalam merawat klien. Adapun sumber beban pengasuh lainnya adalah tidak terpenuhiKeluarga yang merawat klien dengan halusinasi merasakan beban yang cukup berat dalam merawat klien. Adapun sumber beban pengasuh lainnya adalah tidak terpenuhi