UMSUMS

Warta LPMWarta LPM

Low Back Pain (LBP) is a prevalent occupational health issue among batik artisans due to static, non-ergonomic working postures. Awareness of preventive measures remains low, as these complaints are often regarded as a normal part of the job. In response, a community service program was implemented to provide targeted education and practical training on William Flexion Exercise, aiming to increase knowledge of LBP prevention among batik artisans in Jarum Village, Klaten. The program involved 21 batik artisans and included a health education session on LBP and ergonomics, followed by a hands-on demonstration of the William Flexion Exercise. Participants knowledge was assessed with a questionnaire before and after the activity. Results showed an improvement in the participants knowledge scores from an average of 80.95 before the program to 86.67 after, indicating better awareness of LBP prevention. This community education initiative effectively improved the artisans understanding of back pain prevention and raised health awareness, which is expected to help reduce the risk of LBP in the community. The outcome demonstrates the value of practical, community-based health education in addressing occupational health issues among informal workers like batik artisans.

Program edukasi ergonomi dan latihan fisik pencegahan nyeri punggung bawah bagi pengrajin batik di Desa Jarum ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta tentang kesehatan kerja.Para pengrajin memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai risiko postur kerja yang buruk serta belajar cara sederhana untuk mencegah NPB melalui peregangan dan Latihan Fleksi William.Peningkatan rata-rata skor pengetahuan menegaskan efektivitas pendekatan penyuluhan partisipatif yang digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari program edukasi dan latihan ini terhadap penurunan insiden NPB pada pengrajin batik. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas Latihan Fleksi William dengan metode intervensi lain, seperti terapi manual atau akupunktur, dalam mengurangi nyeri punggung pada populasi ini. Ketiga, penting untuk menginvestigasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko NPB pada pengrajin batik, seperti karakteristik individu (usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh) dan faktor lingkungan kerja (tinggi kursi, pencahayaan, ventilasi), untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih komprehensif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung implementasi program kesehatan kerja yang efektif dan berkelanjutan bagi para pengrajin batik, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas mereka.

  1. Edukasi Postur Kerja Secara Ergonomi untuk Meredakan Keluhan Nyeri Gangguan Muskuloskeletal (MSDS) pada... doi.org/10.33024/jkpm.v7i10.17424Edukasi Postur Kerja Secara Ergonomi untuk Meredakan Keluhan Nyeri Gangguan Muskuloskeletal MSDS pada doi 10 33024 jkpm v7i10 17424
  2. Ergonomic Education and William Flexion Exercise Training for Low Back Pain Prevention Among Batik Artisans... journals2.ums.ac.id/warta/article/view/12456Ergonomic Education and William Flexion Exercise Training for Low Back Pain Prevention Among Batik Artisans journals2 ums ac warta article view 12456
  3. E-Book William Flexion Exercise on Myogenic Low Back Pain | Indonesian Journal of Advanced Research.... doi.org/10.55927/ijar.v2i2.2956E Book William Flexion Exercise on Myogenic Low Back Pain Indonesian Journal of Advanced Research doi 10 55927 ijar v2i2 2956
Read online
File size810.79 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test