UNMUHUNMUH

The Indonesian Journal of Health ScienceThe Indonesian Journal of Health Science

Kanker reproduksi pada wanita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan infeksi menular seksual (IMS) sebagai faktor risiko utama. Hubungan antara Infeksi Menular Seksual (IMS) dan kanker reproduksi melalui Human Papilloma Virus (HPV) telah banyak diteliti, namun penelitian pada populasi tertentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara riwayat infeksi menular seksual dengan kejadian kanker reproduksi pada wanita. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 82 penderita kanker reproduksi di RSUD AWS Samarinda periode Januari-Juni 2024. Teknik purposive sampling digunakan dengan kriteria inklusi penderita kanker payudara atau reproduksi yang dikonfirmasi histopatologi dan berusia ≥18 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat IMS dengan jenis kanker, yang menunjukkan bahwa riwayat IMS lebih sering ditemukan pada penderita kanker reproduksi dibandingkan dengan kanker payudara. Temuan ini memperkuat pentingnya program skrining kanker serviks, edukasi kesehatan reproduksi, dan vaksinasi HPV.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat infeksi menular seksual (IMS) dengan jenis kanker yang diderita.Mayoritas responden dengan riwayat IMS menderita kanker reproduksi, sementara sebagian kecil lainnya mengalami kanker payudara.Temuan ini mengonfirmasi hubungan etiologis yang kuat antara IMS, infeksi HPV, dengan kanker reproduksi, khususnya kanker serviks.Secara inferensial, karakteristik demografi responden, yang mayoritas berusia 46-55 tahun dan didiagnosis pada stadium II, menunjukkan keterlambatan dalam deteksi dini, yang berkaitan dengan rendahnya partisipasi dalam program skrining dan hambatan sosioekonomis dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menginvestigasi secara lebih mendalam mekanisme patofisiologi yang mendasari hubungan antara IMS dan perkembangan kanker reproduksi, termasuk peran faktor genetik dan imunologi. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang memengaruhi risiko kanker reproduksi pada wanita dengan riwayat IMS, seperti jenis IMS, durasi infeksi, dan status imun. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman wanita dengan riwayat IMS terkait dengan skrining kanker reproduksi dan akses ke layanan kesehatan, sehingga dapat menginformasikan pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi dalam program skrining dan mengurangi kesenjangan kesehatan.

  1. Sexually transmitted infections and cervical cancer: Knowledge and prevention awareness among female... doi.org/10.1002/nop2.488Sexually transmitted infections and cervical cancer Knowledge and prevention awareness among female doi 10 1002 nop2 488
  2. Prevalence of trichomonas vaginalis and candida species among women of reproductive age group | International... doi.org/10.53730/ijhs.v6ns5.8823Prevalence of trichomonas vaginalis and candida species among women of reproductive age group International doi 10 53730 ijhs v6ns5 8823
  3. Bratislava Medical Journal Vol.113, No.6, p.357–360, 2012. bratislava medical journal vol aepress... doi.org/10.4149/bll_2012_081Bratislava Medical Journal Vol 113 No 6 p 357Ae360 2012 bratislava medical journal vol aepress doi 10 4149 bll 2012 081
Read online
File size306.13 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test