UMKLAUMKLA

TRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanTRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan

Minuman keras merupakan minuman yang mengandung etanol dalam konsentrasi tinggi. Alkohol dalam minuman keras adalah zat psikoaktif yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, yang berdampak perubahan pada kesadaran, suasana hati, dan perilaku. Penyalahgunaan alkohol menyebabkan sekitar 320.000 kematian pada usia 15–29 tahun setiap tahun secara global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 54 remaja di Dusun Tegal, Desa Tirto, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan analisis data dilakukan dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 16–17 tahun (56,67%), berjenis kelamin perempuan (61,1%), dan berpendidikan SMP (40,7%), dengan tingkat pengetahuan tentang bahaya minuman keras berada dalam kategori baik (77,8%).

Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja responden berusia 16–17 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan berpendidikan SMP.Tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras termasuk dalam kategori baik.Meskipun pengetahuan cukup tinggi, masih diperlukan upaya pencegahan lebih lanjut mengingat potensi risiko konsumsi minuman keras pada usia remaja.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial dan lingkungan keluarga yang memengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya minuman keras, mengingat dalam penelitian ini disebutkan bahwa kurangnya perhatian keluarga mungkin berkontribusi pada kurangnya pemahaman. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas media elektronik dan teman sebaya sebagai sumber informasi, melalui studi kualitatif yang mendalam mengenai bagaimana remaja memproses dan menerapkan informasi tentang bahaya alkohol dari sumber-sumber tersebut. Ketiga, disarankan untuk meneliti hubungan antara tingkat pendidikan formal dengan sikap dan perilaku nyata remaja terhadap konsumsi minuman keras, karena meskipun pengetahuan tinggi, belum tentu mencegah perilaku konsumsi, terutama di tengah tekanan sosial dan akses yang semakin mudah. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar bagi intervensi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Read online
File size225.97 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test