AMPTAAMPTA

Media WisataMedia Wisata

Meskipun perhatian ilmiah meningkat pada tema kewirausahaan pariwisata dan perhotelan, namun masih ada persepsi negative penduduk dalam kaitannya dengan hotel di wilayah tempat tinggal mereka, dalam hal frekuensi sosial dan gaya hidup, yang disebabkan oleh fakta bahwa strategi hotel dirancang hanya untuk mereka tamu, dan sangat sedikit untuk penduduk lokal. Pada saat pasar pariwisata baru mendapatkan kepentingan yang belum pernah dirasakan sebelumnya, makalah ini berusaha memberikan pemahaman baru dan mendalam melalui serangkaian wawancara yang dilakukan dengan 35 profesional hotel terkait dengan frekuensi dan jenis konsumsi yang dilakukan oleh penduduk wilayah tersebut. Serta kapasitas kewirausahaan yang dimiliki perusahaan-perusahaan ini untuk lebih mendekatkan diri dengan penduduk lokal dengan menciptakan produk atau layanan inovatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan segmen pasar, untuk lebih mengintegrasikan hotel ke dalam gaya hidup sosial penduduk setempat.

Studi ini mengatasi kesenjangan penelitian mengenai integrasi hotel yang terbatas ke dalam gaya hidup sosial penduduk lokal, yang sebagian besar disebabkan oleh strategi hotel tradisional dan penetapan harga.Berdasarkan wawancara dengan 35 profesional hotel, ditemukan konsensus bulat bahwa penduduk lokal adalah aset krusial, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan tetapi juga untuk memperkuat citra hotel dan mendukung pembangunan berkelanjutan dalam komunitas.Oleh karena itu, penting bagi hotel untuk berinvestasi dalam penawaran yang terdiferensiasi, berakar pada budaya, produk, dan sumber daya manusia lokal guna menarik penduduk, pada akhirnya mengubah mereka menjadi pelanggan tetap dan memberikan pengalaman yang unik serta otentik.

Penelitian ini telah membuka wawasan penting mengenai pandangan para profesional hotel tentang potensi besar penduduk lokal sebagai bagian integral dari ekosistem perhotelan, bukan hanya sebagai tamu. Namun, untuk sepenuhnya mengoptimalkan hubungan ini, penelitian lanjutan perlu menyelami lebih dalam dari sudut pandang penduduk lokal itu sendiri. Oleh karena itu, sebuah ide penelitian menarik adalah untuk mengidentifikasi secara komprehensif motivasi dan berbagai hambatan non-harga yang dihadapi penduduk lokal dalam memanfaatkan fasilitas hotel di wilayah mereka. Ini bisa mencakup faktor-faktor seperti persepsi sosial terhadap hotel, preferensi aktivitas komunitas, atau bahkan hambatan psikologis yang mungkin membuat mereka merasa asing di lingkungan yang sering dianggap eksklusif untuk turis. Dengan memahami apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan oleh penduduk lokal, hotel dapat merancang produk dan layanan yang lebih relevan, seperti program keanggotaan berbasis komunitas atau acara budaya lokal yang diselenggarakan di fasilitas hotel. Selain itu, mengingat temuan bahwa banyak hotel masih terikat pada model manajemen konservatif, penelitian selanjutnya bisa berfokus pada pengembangan dan evaluasi model bisnis kewirausahaan yang inovatif. Ini akan mengeksplorasi bagaimana strategi seperti personalisasi layanan, penciptaan pengalaman unik berbasis warisan lokal, atau integrasi aktif dalam agenda sosial komunitas dapat secara efektif meningkatkan keterlibatan penduduk lokal dan mengukur dampak keberhasilan strategi tersebut terhadap citra merek dan arus kas hotel. Terakhir, untuk memperkaya kontribusi hotel terhadap pembangunan berkelanjutan yang ditekankan dalam studi ini, perlu dilakukan penelitian yang menganalisis dampak sosial-ekonomi dari inisiatif hotel yang berorientasi pada penduduk lokal. Ini akan mengkaji bagaimana keterlibatan hotel dengan komunitas setempat dapat secara langsung mendukung ekonomi mikro lokal, mempromosikan produk dan seni tradisional, serta memperkuat ikatan sosial antarwarga, menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua.

  1. The Learning Process of Entrepreneurship in Tourism Higher Education in Portugal: A Case Study | IGI... services.igi-global.com/resolvedoi/resolve.aspx?doi=10.4018/978-1-5225-9936-4.ch013The Learning Process of Entrepreneurship in Tourism Higher Education in Portugal A Case Study IGI services igi global resolvedoi resolve aspx doi 10 4018 978 1 5225 9936 4 ch013
Read online
File size695.44 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test