STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanBabul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanImplementasi klasifikasi dan kodifikasi penyakit merupakan komponen penting dalam pengelolaan data pasien di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas. Sistem ini membantu pencatatan, pelaporan, serta pengambilan keputusan medis dan administratif. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala, seperti kurangnya tenaga terlatih, pemahaman terbatas terhadap ICD-10, dan pencatatan diagnosis yang belum optimal, sehingga memengaruhi kualitas data dan efektivitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran implementasi klasifikasi dan kodifikasi penyakit di Puskesmas, dengan fokus pada penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis data sekunder. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan kepada tenaga rekam medis, dokter, dan perawat, serta studi dokumentasi terhadap data rekam medis pasien selama periode Mei-Desember 2024.
Secara umum, implementasi sistem klasifikasi dan kodifikasi penyakit di Puskesmas sudah berjalan dengan baik dan cukup efektif dalam mendukung kegiatan pelayanan kesehatan.Puskesmas telah berhasil menerapkan penggunaan kodifikasi ICD-10 untuk mengidentifikasi berbagai penyakit yang ada di wilayah kerja.Proses pengkodean yang dilakukan oleh tenaga medis di Puskesmas dapat membantu dalam pengumpulan data kesehatan yang terstruktur dan terstandarisasi.Namun, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, khususnya dalam pengkodean penyakit oleh tenaga non-rekam medis.Beberapa tenaga medis yang tidak memiliki latar belakang rekam medis seringkali kesulitan dalam memahami penggunaan kode ICD-10 dengan benar, yang dapat berisiko pada kesalahan pengkodean.Hal ini menjadi hambatan bagi akurasi data yang diperoleh, dan berpotensi memengaruhi kualitas laporan dan keputusan medis yang diambil.Oleh karena itu, perlu adanya perhatian lebih terhadap kualitas pelatihan dan pemahaman tenaga non-rekam medis terhadap sistem klasifikasi penyakit ini.
Untuk meningkatkan kualitas data dan akurasi pengkodean, disarankan agar pihak Puskesmas dapat meningkatkan kompetensi tenaga rekam medis melalui pelatihan dan sertifikasi yang lebih intensif mengenai standar klasifikasi penyakit ICD-10. Selain itu, Puskesmas juga perlu melakukan audit rutin terhadap data rekam medis yang telah dikodekan, guna menjaga kualitas dan integritas data serta mendeteksi potensi kesalahan yang dapat memengaruhi pelaporan maupun proses klaim. Institusi pendidikan yang menyelenggarakan program studi rekam medis juga memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas lulusan. Kurikulum pembelajaran sebaiknya mengakomodasi lebih banyak pelatihan praktis yang langsung berhubungan dengan pengkodean penyakit, sekaligus memahami pentingnya ketelitian dan akurasi dalam proses tersebut. Dengan demikian, sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat tercipta untuk mendukung mutu dokumentasi medis yang lebih baik di masa depan.
- JENIS KELAMIN DAN UMUR BERISIKO TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA DI INDONESIA | Nugroho | An-Nadaa: Jurnal... ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ANN/article/view/3581JENIS KELAMIN DAN UMUR BERISIKO TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA DI INDONESIA Nugroho An Nadaa Jurnal ojs uniska bjm ac index php ANN article view 3581
- PREVALENSI DAN ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO PADANG | BIMIKI... doi.org/10.53345/bimiki.v9i1.185PREVALENSI DAN ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO PADANG BIMIKI doi 10 53345 bimiki v9i1 185
- Ketepatan Kode Diagnosis Sistem Sirkulasi di Klinik Jantung RSUD Wates | Hernawan | Jurnal Kesehatan... journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/30328Ketepatan Kode Diagnosis Sistem Sirkulasi di Klinik Jantung RSUD Wates Hernawan Jurnal Kesehatan journal ugm ac jkesvo article view 30328
- EVALUASI KETEPATAN DIAGNOSIS DAN TINDAKAN DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA PADA PENERAPAN JAMINAN... doi.org/10.33560/.v2i2.19EVALUASI KETEPATAN DIAGNOSIS DAN TINDAKAN DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA PADA PENERAPAN JAMINAN doi 10 33560 v2i2 19
- Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang | HIGEIA (Journal of Public... journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/64213Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang HIGEIA Journal of Public journal unnes ac sju higeia article view 64213
| File size | 244.56 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
USKUSK Perawatan ortodonti selesai dalam waktu 15 bulan dan keluhan utama, crowding, serta gigitan terbuka pada regio anterior telah terkoreksi. Perawatan gigitanPerawatan ortodonti selesai dalam waktu 15 bulan dan keluhan utama, crowding, serta gigitan terbuka pada regio anterior telah terkoreksi. Perawatan gigitan
USKUSK Metode analisis data menggunakan FITR, dan uji porositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginatMetode analisis data menggunakan FITR, dan uji porositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat
USKUSK Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit ginjal dengan glomelural filtration rate (GFR) sekitar 15-59 mL/menit/1. 73m². Manifestasi oral pada pasienGagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit ginjal dengan glomelural filtration rate (GFR) sekitar 15-59 mL/menit/1. 73m². Manifestasi oral pada pasien
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui wawancara terstruktur dengan responden menggunakan kuesioner, serta pengukuran fisik status gizi ibuPengumpulan data dilakukan secara langsung melalui wawancara terstruktur dengan responden menggunakan kuesioner, serta pengukuran fisik status gizi ibu
UHTUHT Namun, terdapat juga prevalensi anemia berat yang cukup signifikan, dimana sebagian subjek pasien mengalami kondisi tersebut. Temuan ini menunjukkan adanyaNamun, terdapat juga prevalensi anemia berat yang cukup signifikan, dimana sebagian subjek pasien mengalami kondisi tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya
USKUSK Noda ekstrinsik pada mahkota sementara berhubungan dengan aktivitas kebersihan mulut yang buruk dan intensitas minuman kromogenik seperti kopi. MasyarakatNoda ekstrinsik pada mahkota sementara berhubungan dengan aktivitas kebersihan mulut yang buruk dan intensitas minuman kromogenik seperti kopi. Masyarakat
USKUSK Tujuan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui potensi obat kumur yang mengandung senyawa bioaktif flavonoid dari citrus sinensis untuk mengurangi viralTujuan studi pustaka ini adalah untuk mengetahui potensi obat kumur yang mengandung senyawa bioaktif flavonoid dari citrus sinensis untuk mengurangi viral
USKUSK Oral thrush merupakan infeksi jamur yang sering terjadi pada bayi. Diagnosis oral thrush dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis. KebersihanOral thrush merupakan infeksi jamur yang sering terjadi pada bayi. Diagnosis oral thrush dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis. Kebersihan
Useful /
ITLITL Setelah menerapkan perbaikan berupa penataan ulang area sortir, penetapan Key Performance Indicators (KPI), dan optimalisasi alokasi tenaga kerja, petaSetelah menerapkan perbaikan berupa penataan ulang area sortir, penetapan Key Performance Indicators (KPI), dan optimalisasi alokasi tenaga kerja, peta
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, dengan pengolahan data melalui metode pengumpulan data, pemeriksaan data, pembuatan kode,Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, dengan pengolahan data melalui metode pengumpulan data, pemeriksaan data, pembuatan kode,
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel independen (faktor keturunan dan faktor lingkungan)Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel independen (faktor keturunan dan faktor lingkungan)
ITLITL [14] menunjukkan bahwa liburan publik secara signifikan mengubah pola arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kemacetan dalam jaringan transportasi berbasis[14] menunjukkan bahwa liburan publik secara signifikan mengubah pola arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kemacetan dalam jaringan transportasi berbasis