UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Indonesia menempati posisi keempat negara dengan jumlah penduduk yang banyak di dunia dengan jumlah 275,7 juta pada tahun 2022. Besarnya jumlah penduduk akan mendatangkan masalah kependudukan yakni ketimpangan antara pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Indonesia membuat program yakni Keluarga Berencana dan Petugas lapangan Keuarga Berencana (PLKB). PLKB memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kesadaran masyarakat pada program keluarga berencana. Di antara pendekatan PLKB dalam menciptakan kesadaran adalah dengan membangun komunikasi efektif. Atas hal tersbut dibuat rumusan penelitian yakni bagaimana pengaruh komunikasi efektitif PLKB terhadap kesadaran ibu hamil dan pasca melahirkan pada program keluarga berencana. Hasil penelitian, nilai rata-rata kemampuan komunikasi PLKB adalah 3,70 yang menunjukkan kemampuan yang baik. Nilai rata-rata variable kesdaran masyarakat adalah 4,03 yang menunjukkan bahwa kesadaran sasaran program Keluarga Berencana adalah baik. Hasil perhitungan regresi mendapati hasil nilai t hitung adalah 4.849 dan nilai tabel 1.69236. dengan demikian nilai t hitung lebih besar dari nilai tabel yang berarti Ho ditolak H1 diterima. Hal ini berarti, terdapat pengaruh antara kemampuan komunikasi PLKB terhadap kesadaran kelompok sasaran program Keluarga Berencana, dengan besaran nilai R Square yakni 0,416 atau nilai pengaruhnya sebesar 41,6%. yang berarti nilai pengaruhnya kecil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal PLKB memiliki pengaruh signifikan terhadap kesadaran ibu hamil dan pasca melahirkan dalam program keluarga berencana.Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung (4,849) lebih besar dari nilai t tabel (1,69236), sehingga Ho ditolak dan H1 diterima.Namun, besaran pengaruhnya hanya sebesar 41,6% berdasarkan nilai R Square, yang menunjukkan pengaruh relatif kecil.Kesadaran masyarakat terhadap program keluarga berencana dinyatakan baik dengan nilai rata-rata 4,03.

Untuk mengembangkan program keluarga berencana, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan media digital dalam komunikasi PLKB terhadap kesadaran masyarakat. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara metode komunikasi langsung dan tidak langsung untuk mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran. Penelitian juga dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari kesadaran yang terbentuk melalui komunikasi PLKB terhadap perilaku reproduksi masyarakat. Dengan memperhatikan faktor-faktor seperti tingkat pendidikan dan akses informasi, penelitian lanjutan bisa mengidentifikasi strategi komunikasi yang lebih tepat untuk kelompok target berbeda. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan kesehatan reproduksi sebagai pendukung kesadaran dalam program keluarga berencana. Penelitian juga dapat mempelajari pengaruh motivasi dan empati PLKB dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program. Evaluasi kualitas pelatihan PLKB dalam kemampuan komunikasi juga menjadi arah penelitian yang relevan. Dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi, penelitian lanjutan bisa mengeksplorasi keterbatasan akses informasi di daerah pedesaan. Selain itu, studi tentang keterlibatan komunitas lokal dalam proses penyuluhan dapat memberikan wawasan baru. Penelitian juga perlu menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memahami dinamika komunikasi PLKB secara lebih menyeluruh.

Read online
File size234.85 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test