UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Instagram menjadi media sosial yang populer dan digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun penggunaan Instagram tidak hanya sebagai tempat untuk mengunggah foto dan video, melainkan menjadi lahan bagi para influencer untuk berlomba-lomba mempromosikan gaya hidup dan produk bisnis mereka. Hal ini yang dapat mendorong terbentuknya pola masyarakat konsumsi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya konten yang diunggah pada Instagram @rachelvennya mampu memberikan stimulasi atau dorongan kepada pengikutnya, fenomena ini dapat terlihat dari komentar pada unggahan pada akun @rachelvennya yang mengungkapkan keinginan untuk memiliki gaya hidup yang sama dengan apa yang ditampilkan olehnya. Sikap ini menyebabkan munculnya cara pandang yang tidak realistis audiens terhadap gaya hidup Rachel Vennya. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa influencer dalam sudut pandang masyarakat konsumsi adalah seseorang yang menjadi panutan dalam menentukan pilihan, sehingga setiap pesan yang disampaikan dapat dipercaya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat influencer culture dalam membentuk masyarakat konsumsi di Instagram @rachelvennya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa influencer memiliki pengaruh signifikan terhadap pengikut mereka melalui konten yang dibagikan.Pengikut cenderung menganggap influencer sebagai panutan dan mempercayai rekomendasi produk yang mereka tawarkan, sehingga perilaku konsumsi mereka dipengaruhi oleh promosi yang dilakukan oleh influencer.Influencer membentuk gaya hidup dan citra yang diinginkan, mendorong pengikut untuk meniru atau mengikuti gaya hidup tersebut.Elemen kepercayaan dan keterikatan emosional antara pengikut dan influencer sangat penting dalam membentuk masyarakat konsumsi di platform tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari paparan konten influencer terhadap nilai-nilai dan gaya hidup generasi muda, khususnya dalam hal pembentukan identitas diri dan prioritas hidup. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas strategi pemasaran influencer di berbagai platform media sosial, seperti TikTok, YouTube, dan Twitter, untuk memahami bagaimana karakteristik platform yang berbeda memengaruhi perilaku konsumen. Ketiga, studi mendalam perlu dilakukan untuk mengeksplorasi peran regulasi dan literasi media dalam melindungi konsumen dari praktik pemasaran yang berpotensi merugikan atau menyesatkan oleh influencer, serta meningkatkan kesadaran kritis masyarakat terhadap konten yang mereka konsumsi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang dinamika budaya influencer dan implikasinya terhadap masyarakat, serta berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Read online
File size556.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test