UNIPMAUNIPMA

EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan PembelajarannyaEQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya

UD Cibinong Indah Plastik, yang bergerak di bidang produksi alat pembersih, mengalami kerugian finansial akibat persentase produk lakop sapu ijuk yang tidak memenuhi standar kualitas, yaitu 6,2%. Penelitian ini menggunakan metode Root Cause Analysis untuk mengidentifikasi penyebab akar dan mengusulkan perbaikan. Analisis Fault Tree menemukan bahwa penyebab utama adalah kurangnya perawatan dan penggantian mesin. Solusi yang diusulkan melalui Process Decision Program Chart adalah meningkatkan jadwal perawatan dan penggantian, memberikan pelatihan tambahan untuk pekerja dan operator, serta meningkatkan sistem pengawasan dan sosialisasi SOP untuk meningkatkan hasil produksi di masa depan.

Pendekatan Root Cause Analysis sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi masalah mendasar, terutama dalam pengendalian kualitas.Metode ini membantu menemukan solusi dengan mengatasi penyebab akar dari masalah yang timbul.Dalam kasus ini, penyebab akar yang diidentifikasi dalam proses produksi lakop sapu ijuk telah menyebabkan kerugian akibat banyaknya produk cacat.Kerutan pada lakop sapu ijuk dapat terjadi akibat beberapa penyebab akar, seperti kebocoran pada nepel mesin, pengaturan regulator yang tidak tepat, masalah pada karet segel pneumatik dan cartridge, kualitas bahan baku yang buruk, dan kondisi penyimpanan yang tidak memadai.Keberadaan lubang pada lakop sapu ijuk disebabkan oleh beberapa penyebab akar, seperti penyumbatan pada die head mesin, pengaturan die head yang tidak tepat, kualitas bahan baku yang buruk, dan kondisi penyimpanan yang tidak memadai.Patahnya lakop sapu ijuk disebabkan oleh beberapa penyebab akar, termasuk pengaturan udara regulator yang tidak tepat, pengaturan mesin pemanas yang tidak benar, masalah pada karet segel pneumatik, dan kondisi penyimpanan yang tidak memadai.Masalah lakop sapu ijuk dengan finishing tidak rata terjadi akibat beberapa penyebab akar, termasuk kesalahan dalam proses pemotongan saat finishing dan kurangnya automasi pada mesin yang digunakan.Beberapa solusi perbaikan telah diperoleh menggunakan Program Decision Chart Diagram, beberapa di antaranya dapat langsung dimanfaatkan atau diterapkan.Namun, ada beberapa yang tidak dapat dilakukan karena keterbatasan saat ini.Solusi perbaikan yang direkomendasikan untuk masalah kerut pada lakop sapu ijuk adalah melakukan penggantian periodik nepel blow pin pada mesin sekali sebulan, melakukan pemeriksaan mingguan pada regulator udara, melakukan perawatan bulanan pada cartridge mesin, memeriksa dan mengganti karet segel pneumatik setiap minggu, melakukan tes pelelehan pada bahan baku yang akan digunakan, dan akhirnya, menyiapkan fasilitas penyimpanan yang lebih baik daripada yang saat ini.Solusi yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah lakop sapu ijuk dengan lubang adalah melakukan perawatan mingguan pada die head mesin, melatih operator untuk memeriksa pengaturan die head setiap kali mengganti warna, melakukan tes pelelehan pada bahan baku yang akan digunakan, dan akhirnya, menyiapkan fasilitas penyimpanan yang lebih baik daripada yang saat ini.Solusi yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah lakop sapu ijuk yang patah adalah membuat jadwal harian untuk memeriksa regulator udara, melakukan inspeksi mingguan pada pengaturan mesin pemanas, melakukan pemeriksaan dan penggantian karet segel pneumatik setiap minggu, melatih operator untuk memeriksa stoppers mesin setiap minggu, dan meningkatkan fasilitas penyimpanan untuk organisasi yang lebih baik.Solusi terakhir yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah finishing lakop sapu ijuk yang tidak rata adalah melakukan retraining untuk pekerja di departemen finishing dan mengganti mesin saat ini dengan yang sepenuhnya otomatis dan mampu melakukan proses molding hingga finishing secara keseluruhan.Solusi perbaikan yang saat ini tidak dapat diterapkan meliputi penggantian mesin, penyiapan fasilitas penyimpanan yang lebih baik, dan pengadaan mesin untuk melakukan tes pelelehan bahan.Sementara itu, solusi yang diusulkan lebih berfokus pada pelatihan, inspeksi rutin, dan tindakan serupa, yang menunjukkan kurangnya perhatian terhadap Standard Operating Procedures (SOP) yang ada.Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi SOP yang jelas dan sistem pengawasan yang ditingkatkan untuk memastikan agar masalah serupa tidak terjadi lagi dalam proses produksi di masa depan.

Untuk meningkatkan kualitas produksi lakop sapu ijuk, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas pelatihan dan sosialisasi SOP. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah pelatihan yang diberikan kepada pekerja dan operator telah efektif dalam meningkatkan kualitas produksi. Selain itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan sistem pengawasan yang lebih komprehensif untuk memastikan bahwa SOP diikuti dengan benar dan konsisten. Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan mengurangi jumlah produk cacat. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi kemungkinan penerapan teknologi automasi yang lebih canggih dalam proses produksi. Dengan automasi yang lebih baik, perusahaan dapat mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini dapat berfokus pada identifikasi teknologi automasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan menganalisis manfaat serta tantangan yang mungkin muncul dalam penerapannya. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menyelidiki strategi pemasaran yang efektif untuk produk lakop sapu ijuk. Dengan memahami preferensi konsumen dan tren pasar, perusahaan dapat mengembangkan strategi pemasaran yang inovatif dan menarik. Penelitian ini dapat melibatkan survei konsumen, analisis pasar, dan pengembangan strategi branding yang kuat. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan memperluas pangsa pasar.

  1. Ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo Ngawi: Studi Makna Simbolik dan Potensinya... e-journal.unipma.ac.id/index.php/gulawentah/article/view/5521Ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo Ngawi Studi Makna Simbolik dan Potensinya e journal unipma ac index php gulawentah article view 5521
  2. Lean Six Sigma Analyst in Packing House Lembang Agriculture Incubation Center (LAIC) - IOPscience. lean... doi.org/10.1088/1742-6596/1764/1/012043Lean Six Sigma Analyst in Packing House Lembang Agriculture Incubation Center LAIC IOPscience lean doi 10 1088 1742 6596 1764 1 012043
  3. Analysis of quality control issues in lakop sapu ijuk using Root Cause Analysis (RCA) | EQUILIBRIUM :... doi.org/10.25273/equilibrium.v11i2.17250Analysis of quality control issues in lakop sapu ijuk using Root Cause Analysis RCA EQUILIBRIUM doi 10 25273 equilibrium v11i2 17250
Read online
File size584.46 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test