SANIYASANIYA

Asshika: Journal of English Language Teaching & LearningAsshika: Journal of English Language Teaching & Learning

Penelitian ini memusatkan perhatian pada pemetaan emosi dalam karya Tanpa Kemudian yang diterjemahkan menjadi No Resolution. Kajian ini berlandaskan pada teori Natural Semantic Metalanguage (NSM), sebuah konsep yang didukung oleh Wierzbicka (1999) dan Goddard (1997). NSM didefinisikan sebagai bahasa mini yang diyakini mencerminkan inti umum semua bahasa, sebuah hipotesis yang muncul dari penelitian lintas‑linguistik selama lebih dari tiga dekade. Sistem NSM dikembangkan terutama sebagai teori linguistik untuk mengidentifikasi bahasa pemikiran serta inti leksikon dan tata bahasa universal. Penelitian ini mengeksplorasi notion emosi, menguraikan kaitannya dengan fenomena positif dan negatif. Tujuan utama adalah menunjukkan bahwa pemetaan emosi penting bagi penerjemahan yang efektif, sehingga membantu penerjemah menyampaikan pesan sumber secara akurat kepada bahasa target. Hasil penelitian mengungkap bahwa empat data berhubungan dengan hasil positif, sementara tiga data berhubungan dengan hasil negatif, dengan setiap leksikon merepresentasikan fitur semantik masing‑masing menurut pendekatan NSM.

Analisis buku dwibahasa Tanpa Kemudian menunjukkan adanya dua konsep emosi utama, yaitu emosi positif dan negatif, dengan empat contoh emosi positif dan tiga contoh emosi negatif.Pendekatan Natural Semantic Metalanguage (NSM) bersama dengan teknik expikasi berhasil mengungkap makna semantik masing‑masing leksikon serta kontekstualisasinya dalam pengalaman manusia.Temuan ini memperluas pemahaman terhadap dinamika emosional dalam teks serta konteks budaya yang melatarinya.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki penerapan Natural Semantic Metalanguage (NSM) dalam pemetaan emosi pada karya sastra Indonesia lainnya, untuk menguji sejauh mana metodologi ini dapat digeneralisasi di luar Tanpa Kemudian. Selanjutnya, penelitian eksperimen dapat meneliti pengaruh latar belakang budaya penerjemah terhadap akurasi pemetaan emosi, dengan membandingkan hasil terjemahan dari penerjemah yang memiliki pengalaman budaya berbeda. Selain itu, pengembangan alat komputasi yang memanfaatkan prinsip NSM untuk otomatisasi pemetaan emosi dalam korpus dwibahasa dapat dievaluasi, dengan membandingkan kinerjanya terhadap anotasi manual oleh ahli bahasa. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan emosi, serta meningkatkan kualitas praktik terjemahan. Hasilnya dapat memberikan kontribusi signifikan bagi teori linguistik dan aplikasinya dalam pendidikan serta industri penerjemahan.

  1. Journal of Applied Linguistics and Literature. students difficulties translating english text joall journal... ejournal.unib.ac.id/joall/article/view/7384Journal of Applied Linguistics and Literature students difficulties translating english text joall journal ejournal unib ac joall article view 7384
Read online
File size318.74 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test