UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry

Englisia: Journal of Language, Education, and HumanitiesEnglisia: Journal of Language, Education, and Humanities

Penelitian ini mengatasi tantangan persisten dalam pengajaran bahasa Inggris, yaitu meskipun keterampilan berbicara adalah kompetensi inti, banyak pembelajar menghadapi hambatan seperti rendahnya kepercayaan diri, akses terbatas ke media pembelajaran beragam, dan kesempatan tidak cukup untuk praktik aktif. Penelitian ini mengeksplorasi efek penggunaan saluran YouTube berbahasa Inggris sebagai media pembelajaran terhadap keterampilan berbicara siswa di Sekolah Menengah Atas Islam. Desain quasi-eksperimental digunakan, melibatkan dua kelas utuh: XI MIA 1 (kelompok eksperimen), yang menerima instruksi menggunakan saluran YouTube, dan XI MIA 4 (kelompok kontrol), yang diajarkan tanpa menggunakan media ini. Kinerja berbicara dinilai melalui ujian rekaman video yang mengukur lima sub-keterampilan: pelafalan, tata bahasa, kosakata, kelancaran, dan pemahaman. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 5,71 poin (dari 67,26 ke 73,03), sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan marginal sebesar 0,94 poin (dari 68,72 ke 69,56). Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi saluran YouTube berbahasa Inggris memberikan peningkatan signifikan pada keterampilan berbicara dibandingkan instruksi konvensional. Studi ini menyimpulkan bahwa media berbasis YouTube berkontribusi pada lingkungan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan interaktif, sehingga memfasilitasi pengembangan optimal keterampilan berbicara siswa. Secara pedagogis, temuan ini mendukung integrasi media digital ke dalam pengajaran bahasa Inggris. Penelitian masa depan didorong untuk memperluas cakupan kontekstual, memasukkan sampel peserta yang lebih beragam, dan mengeksplorasi variabel afektif tambahan seperti motivasi pembelajar dan kepercayaan diri.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif terhadap keterampilan berbicara siswa Sekolah Menengah Atas Islam di Pekanbaru, terutama dalam pelafalan, kelancaran, dan penguasaan kosakata, diikuti oleh peningkatan dalam tata bahasa dan pemahaman.Kelas eksperimen menunjukkan skor lebih tinggi daripada kelas kontrol karena YouTube menyediakan model bahasa autentik yang membantu siswa mengamati dan meniru pelafalan, intonasi, dan penggunaan bahasa dalam konteks komunikasi nyata.Secara pedagogis, YouTube berfungsi sebagai media audiovisual yang mendukung pemodelan dan latihan berbicara, membantu siswa menjadi lebih lancar, percaya diri, dan efektif dalam menyampaikan ide secara lisan.Berdasarkan temuan ini, guru bahasa Inggris disarankan untuk menggunakan saluran YouTube secara terencana dengan menciptakan playlist yang disesuaikan dengan tingkat siswa, mengintegrasikan video ke dalam latihan berbicara (misalnya, shadowing, peran, vlog pendek, dll), dan menggunakan rubrik penilaian keterampilan berbicara.Sekolah diharapkan menyediakan fasilitas pendukung dan menyelenggarakan pelatihan literasi digital untuk guru.Secara teoretis, temuan ini mendukung Teori Pembelajaran Multimedia Kognitif, yang menekankan pentingnya integrasi audio-visual dalam pembelajaran.Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan sampel yang lebih beragam, mengintegrasikan variabel motivasi dan kepercayaan diri, serta menggunakan desain eksperimental jangka panjang untuk mengukur dampak secara lebih mendalam.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan YouTube terhadap keterampilan berbicara dengan desain eksperimental yang lebih panjang. Selain itu, peneliti dapat membandingkan efektivitas berbagai jenis konten YouTube (seperti video edukatif vs. konten hiburan) dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian juga perlu mempertimbangkan faktor motivasi dan kepercayaan diri siswa sebagai variabel yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran berbasis media digital. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, peneliti dapat memahami lebih dalam bagaimana konten YouTube memengaruhi proses pembelajaran dan hasil akhir siswa. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi peran guru dalam memandu penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran, termasuk strategi penyesuaian konten untuk berbagai tingkat kemampuan siswa. Penelitian juga dapat menginvestigasi dampak penggunaan YouTube pada keterampilan berbicara dalam konteks budaya dan lingkungan sosial yang berbeda. Dengan demikian, studi-studi lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk integrasi media digital dalam pengajaran bahasa Inggris.

  1. Unveiling the Pedagogical Potential: An in-Depth Analysis of EFL Instructors’ Perspectives on YouTube... doi.org/10.30564/fls.v6i5.7119Unveiling the Pedagogical Potential An in Depth Analysis of EFL InstructorsAo Perspectives on YouTube doi 10 30564 fls v6i5 7119
  2. Multi-Modality Tensor Fusion Based Human Fatigue Detection. multi modality tensor fusion based human... doi.org/10.3390/electronics12153344Multi Modality Tensor Fusion Based Human Fatigue Detection multi modality tensor fusion based human doi 10 3390 electronics12153344
  3. Painting as a Pathway to Language Learning: Enhancing English Vocabulary Acquisition in Arab Classrooms... doi.org/10.17507/tpls.1507.03Painting as a Pathway to Language Learning Enhancing English Vocabulary Acquisition in Arab Classrooms doi 10 17507 tpls 1507 03
  4. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-38834-2_11Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer chapter 10 1007 978 3 319 38834 2 11
  5. The Impact of Using YouTube on EFL Learners at University of Bisha | Theory and Practice in Language... doi.org/10.17507/tpls.1411.14The Impact of Using YouTube on EFL Learners at University of Bisha Theory and Practice in Language doi 10 17507 tpls 1411 14
Read online
File size463.3 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test