UAJYUAJY

Working PapersWorking Papers

Kebijakan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat menimbulkan pro dan kontra di ruang publik. Penelitian ini bertujuan menggali pandangan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai pihak yang paling terdampak langsung, khususnya mengenai definisi anak bermasalah, efektivitas pendekatan militer, serta pihak yang paling bertanggung jawab atas pembinaan karakter remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga belas siswa SMA/SMK dari berbagai daerah di Indonesia, dianalisis melalui konsep sosialisasi represif dan partisipatif serta fungsi komunikasi politik. Hasil penelitian menunjukkan pandangan siswa yang terbelah: sebagian mendukung barak militer sebagai sarana penanaman disiplin dan efek jera, sementara sebagian lain mengkhawatirkan risiko trauma psikologis dan lebih menekankan pendekatan konseling. Mayoritas informan sepakat bahwa barak militer bukan solusi tuntas karena tidak menyentuh akar masalah, serta menegaskan bahwa orang tua dan keluarga tetap menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam pembentukan karakter anak.

Pandangan siswa SMA terhadap kebijakan pengiriman anak bermasalah ke barak militer bersifat terbelah.Sebagian mendukung pendekatan militer sebagai sarana disiplin, namun sebagian lain khawatir akan dampak psikologis.Mayoritas siswa menilai barak militer tidak menyentuh akar masalah dan menegaskan peran utama keluarga dalam pembentukan karakter.Kebijakan ini memerlukan pendekatan yang lebih holistik dan manusiawi untuk mengatasi kenakalan remaja secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak jangka panjang pendidikan militer terhadap kesehatan mental siswa, serta membandingkan efektivitas pendekatan konseling versus metode militer dalam membentuk karakter. Selain itu, studi tentang peran aktif keluarga dan lingkungan sosial dalam mencegah kenakalan remaja menjadi penting untuk mengidentifikasi solusi yang berkelanjutan. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan model pendidikan alternatif yang menggabungkan disiplin dengan pengembangan keterampilan emosional dan kritis siswa.

Read online
File size543.49 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test