UAJYUAJY

Working PapersWorking Papers

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yang bertujuan mengurangi angka stunting dan malnutrisi di Indonesia. Penelitian ini menggali perspektif mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta terhadap program tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada sepuluh mahasiswa dari berbagai program studi. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memahami tujuan program MBG, namun menyoroti berbagai permasalahan pelaksanaannya, seperti kasus keracunan, buruknya kualitas menu, lemahnya pengawasan, serta dugaan kepentingan pencitraan politik. Mahasiswa dari latar belakang ilmu sosial cenderung lebih kritis, sementara mahasiswa eksakta lebih pragmatis. Meskipun kritis, sebagian besar mahasiswa sepakat program ini perlu dilanjutkan dengan perbaikan menyeluruh pada aspek transparansi, seleksi vendor, dan penjaminan mutu makanan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran menuai beragam respons dari kalangan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta.Mayoritas mahasiswa memahami bahwa MBG bertujuan untuk menurunkan angka stunting dan membantu pemenuhan gizi siswa.Namun, banyak dari mereka juga menyoroti berbagai dinamika yang menyertai kebijakan ini, seperti kasus keracunan, buruknya kualitas makanan, dan ketidakjelasan target program.Meskipun demikian, mayoritas mahasiswa tetap sepakat bahwa program MBG tidak seharusnya dihentikan, karena manfaat yang dibawanya masih sangat dibutuhkan.Mereka menekankan bahwa kelanjutan program ini harus dibarengi dengan evaluasi menyeluruh dan pembenahan sistem secara serius, mulai dari transparansi anggaran, seleksi vendor, hingga penjaminan mutu makanan.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas program MBG dalam mengurangi angka stunting dan malnutrisi di Indonesia, serta dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Kedua, penelitian dapat fokus pada analisis kritis terhadap proses sosialisasi politik dan komunikasi politik yang dilakukan pemerintah dalam mempromosikan program MBG, termasuk strategi pencitraan politik yang diduga ada di balik peluncuran program. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran dan pengaruh agen-agen sosialisasi politik, seperti media massa, media sosial, dan teman sebaya, dalam membentuk persepsi dan sikap mahasiswa terhadap program MBG.

Read online
File size387.97 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test