STAISERDANGLUBUKPAKAMSTAISERDANGLUBUKPAKAM

Al-Fikru: Jurnal IlmiahAl-Fikru: Jurnal Ilmiah

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menguatkan ukhuwah Islamiyah peserta didik di SMA Muhammadiyah 18 Sunggal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menguatkan ukhuwah Islamiyah melalui strategi integratif yang meliputi perencanaan, pembimbingan, pembiasaan, keteladanan, motivasi, pengawasan, dan penguatan positif. Strategi tersebut diwujudkan melalui kegiatan infak Jumat, bantuan sosial bagi warga sekolah yang mengalami musibah, serta pembiasaan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Pelaksanaannya berkontribusi terhadap peningkatan empati, solidaritas, kepedulian sosial, kerja sama, dan sikap saling menghormati peserta didik. Namun, keterlibatan guru dalam perencanaan dan koordinasi belum merata sehingga masih terdapat ketergantungan pada guru tertentu. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi guru dan pengelolaan program secara sistematis untuk mentransformasikan ukhuwah Islamiyah dari konsep keagamaan menjadi praktik sosial dalam kehidupan sekolah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menguatkan ukhuwah Islamiyah peserta didik di SMA Muhammadiyah 18 Sunggal dilakukan melalui proses integratif yang mencakup perencanaan, implementasi, pembiasaan, keteladanan, motivasi, pembimbingan, pengawasan, dan penguatan positif.Pengukuhan ukhuwah Islamiyah terwujud melalui kegiatan infak Jumat, bantuan sosial bagi warga sekolah yang mengalami musibah, serta pembiasaan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun dalam interaksi sehari-hari.Strategi ini berkontribusi pada pengembangan empati, solidaritas, kepedulian sosial, kerja sama, sikap saling menghormati, dan kesiapan membantu sesama peserta didik, menunjukkan bahwa ukhuwah Islamiyah telah berkembang dari konsep keagamaan menjadi praktik sosial dalam lingkungan sekolah.Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan institusional penting, yaitu ketidakteraturan keterlibatan guru Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam tahap perencanaan dan koordinasi, yang menyebabkan pelaksanaan program cenderung bergantung pada individu tertentu.Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antar-guru, penentuan distribusi tugas yang lebih jelas, evaluasi berkala, dan pengembangan panduan implementasi yang sistematis diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pendidikan karakter Islam dengan menunjukkan bahwa transformasi ukhuwah Islamiyah paling efektif ketika instruksi agama diintegrasikan dengan pengalaman sosial langsung, pembiasaan, teladan guru, dan penguatan berkelanjutan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak pelatihan khusus untuk meningkatkan kolaborasi antar-guru dalam perencanaan program ukhuwah Islamiyah, karena ketidakteraturan keterlibatan guru saat ini masih menjadi hambatan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam memfasilitasi interaksi sosial peserta didik, misalnya melalui platform komunikasi atau aplikasi pembelajaran yang mendukung pembiasaan nilai-nilai ukhuwah. Terakhir, penelitian dapat membandingkan strategi pengukuhan ukhuwah Islamiyah di berbagai jenis sekolah (seperti pesantren, madrasah, dan sekolah umum) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi. Ketiga saran ini menggambarkan arah studi yang baru, bukan sekadar solusi praktis, dan memperluas pemahaman tentang dinamika pendidikan karakter Islam di lingkungan sekolah.

Read online
File size321.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test