STAISERDANGLUBUKPAKAMSTAISERDANGLUBUKPAKAM

Al-Fikru: Jurnal IlmiahAl-Fikru: Jurnal Ilmiah

Penelitian ini menganalisis kerja sama guru Islamic Religious Education dan orang tua dalam pembinaan akhlak siswa di SMA Muhammadiyah 18 Sunggal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wali kelas, guru Islamic Religious Education, dan orang tua siswa. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama dilaksanakan melalui buku pelaporan kegiatan siswa, grup WhatsApp, kunjungan rumah, penguatan pola asuh, serta pertemuan guru dan orang tua pada pembagian rapor. Berbagai mekanisme tersebut mendukung komunikasi, pemantauan, evaluasi, dan penguatan nilai-nilai Islam antara lingkungan sekolah dan keluarga. Namun, kerja sama masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu orang tua, hambatan komunikasi digital, dan perbedaan persepsi mengenai jawab pendidikan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan komunikasi fleksibel, pembagian tanggung jawab yang jelas, dan program parenting berkelanjutan diperlukan untuk membangun kemitraan sekolah-keluarga dalam pembinaan akhlak siswa.

This study concludes that the collaboration between Islamic Religious Education teachers and parents at SMA Muhammadiyah 18 Sunggal plays an important role in strengthening students moral development.The collaboration is implemented through several complementary mechanisms, including student activity reporting books, WhatsApp groups, home visits, parenting guidance, and parent–teacher meetings during report-card distribution.These mechanisms facilitate continuous communication, monitoring, evaluation, and reinforcement of Islamic values across school and family environments.The findings demonstrate that the partnership is not merely administrative but represents a shared educational responsibility in developing students religious discipline, moral behavior, responsibility, and social conduct.Nevertheless, the implementation of this collaboration continues to face several challenges, particularly parents limited time due to occupational responsibilities, communication difficulties through digital media, and differences in perceptions regarding the distribution of educational responsibilities.These challenges indicate the need for a more flexible, systematic, and sustainable partnership model.From the perspective of Islamic education, collaboration between teachers and parents reflects the principle of taāwun in righteousness and piety as articulated in QS.Strengthening communication, clarifying responsibilities, expanding parenting programs, and developing continuous evaluation are essential.Effective school–family collaboration can establish a more consistent educational environment and contribute significantly to the formation of students who possess noble character, religious commitment, responsibility, and resilience in facing contemporary challenges.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan model komunikasi fleksibel antara sekolah dan keluarga, yang mempertimbangkan berbagai kondisi dan kebutuhan keluarga. Model ini dapat mencakup berbagai saluran komunikasi, seperti pertemuan tatap muka, komunikasi digital, dan konsultasi individu, sehingga dapat mengakomodasi keterbatasan waktu dan kebutuhan spesifik keluarga.. . 2. Menerapkan program parenting berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan kompetensi orang tua dalam mendidik anak secara Islami. Program ini dapat mencakup pelatihan, lokakarya, dan konsultasi individu untuk membantu orang tua memahami peran mereka sebagai pendidik utama dalam keluarga dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pendidikan anak.. . 3. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi perbedaan persepsi antara guru dan orang tua mengenai tanggung jawab pendidikan. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan komunikasi dan pemahaman bersama antara kedua pihak. Dengan demikian, dapat tercipta kemitraan yang lebih kuat dan efektif dalam proses pendidikan moral siswa.

  1. Website Suspended. suspended temporarily due reasons including billing issues policy violations actions... doi.org/10.32585/jp.v31i1.2050Website Suspended suspended temporarily due reasons including billing issues policy violations actions doi 10 32585 jp v31i1 2050
Read online
File size349.84 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test