UM MetroUM Metro

Turbo : Jurnal Program Studi Teknik MesinTurbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin

Kualitas sambungan las GMAW dengan gas pelindung CO₂ sangat dipengaruhi oleh parameter tegangan busur dan arus, yang menentukan besarnya heat input serta berdampak pada cacat las, sifat mekanik, dan struktur mikro sambungan. Penelitian terdahulu umumnya membahas ketiga aspek tersebut secara terpisah, sehingga belum ada kajian yang mengintegrasikannya dalam satu rangkaian pengujian sistematis. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi tegangan dan arus las (20 V/160 A, 25 V/200 A, 30 V/250 A) terhadap cacat las, kekerasan, dan struktur mikro sambungan baja SS400 hasil pengelasan GMAW–CO₂, melalui Non-Destructive Test (Liquid Penetrant Test), Destructive Test (uji bending dan kekerasan mikro Vickers), serta analisis mikrostruktur menggunakan ImageJ. Hasil menunjukkan seluruh spesimen bebas cacat permukaan. Parameter 25 V/200 A menghasilkan kekerasan HAZ dan kekuatan lentur tertinggi (165 HV; 455,1 MPa) dengan struktur mikro paling homogen, sedangkan 30 V/250 A menurun akibat grain coarsening. Temuan ini membuktikan hubungan heat input dan kualitas las bersifat non-monoton, serta menegaskan pentingnya pendekatan pengujian terintegrasi dalam menentukan parameter pengelasan optimal.

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi tegangan busur dan arus las terhadap cacat las, kekerasan, dan struktur mikro pada sambungan baja SS400 hasil pengelasan GMAW dengan gas pelindung CO₂.Hasil pengujian menunjukkan bahwa parameter 25 V/200 A menghasilkan kondisi optimal bebas cacat permukaan, kekerasan HAZ dan kekuatan lentur tertinggi (165 HV.455,1 MPa), serta struktur mikro paling homogen.Sebaliknya, peningkatan arus lebih lanjut (30 V/250 A) justru menurunkan performa akibat grain coarsening akibat overheating.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pembuktian empiris bahwa hubungan antara heat input dan kualitas sambungan las bersifat non-monoton bukan linear seperti yang sering diasumsikan pada praktik pengelasan konvensional.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh jenis gas pelindung lainnya (seperti argon atau campuran argon-CO₂) terhadap struktur mikro dan kekuatan sambungan baja SS400. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi efek variasi laju pendinginan pasca-pengelasan terhadap pertumbuhan butir dan sifat mekanik material. Penelitian juga bisa fokus pada optimasi parameter pengelasan untuk material baja karbon rendah dengan ketebalan berbeda, serta membandingkan hasil GMAW–CO₂ dengan metode pengelasan lain seperti FCAW atau SMAW.

  1. Pengaruh Variasi Tegangan Busur dan Arus Las terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Sambungan Baja SS400... ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo/article/view/5380Pengaruh Variasi Tegangan Busur dan Arus Las terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Sambungan Baja SS400 ojs ummetro ac index php turbo article view 5380
Read online
File size454.46 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test