ITBITB

Journal of Regional and City PlanningJournal of Regional and City Planning

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia dan kota besar dengan populasi padat, menghadapi tantangan keselamatan jalan yang signifikan akibat mobilitas tinggi dan lingkungan perkotaan yang kompleks. Meskipun kesalahan manusia sering dianggap sebagai penyebab utama kecelakaan lalu lintas, bukti yang semakin berkembang menunjukkan bahwa faktor lingkungan—seperti desain jalan, penggunaan lahan, dan kondisi cuaca—juga memainkan peran kritis. Studi ini mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kecelakaan besar (yang menyebabkan cedera serius atau kematian) di Jakarta dari tahun 2019 hingga 2023. Menggunakan model regresi logistik biner dan dataset lebih dari 19.000 kecelakaan di 4.654 segmen jalan, penelitian ini mengidentifikasi prediktor utama tingkat keparahan kecelakaan. Hasil menunjukkan bahwa akhir pekan, jam sibuk, cuaca buruk, dan jenis jalan tertentu (misalnya jalan satu arah empat lajur) secara signifikan meningkatkan risiko kecelakaan besar. Selain itu, penggunaan lahan industri muncul sebagai faktor berisiko tinggi, sedangkan zona pemerintah dan layanan publik dikaitkan dengan penurunan risiko kecelakaan. Temuan ini menekankan kebutuhan untuk mengintegrasikan faktor lingkungan ke dalam strategi keselamatan jalan perkotaan. Studi ini memberikan wawasan yang dapat diterapkan bagi pembuat kebijakan dan perencana kota, termasuk rekomendasi untuk perbaikan desain jalan, perencanaan penggunaan lahan, dan penegakan lalu lintas yang lebih tepat sasaran. Meskipun fokus pada Jakarta, temuan ini memberikan pelajaran berharga bagi kota-kota besar lainnya di seluruh dunia, terutama di wilayah berkembang di mana tantangan serupa masih ada.

Studi ini mengevaluasi dampak faktor lingkungan terhadap kecelakaan besar di Jakarta, menemukan bahwa faktor seperti akhir pekan, jam sibuk, cuaca buruk, dan jenis jalan tertentu signifikan meningkatkan risiko kecelakaan.Zona industri menjadi area berisiko tinggi, sedangkan zona pemerintah dan layanan publik mengurangi risiko.Simpulan ini menunjukkan bahwa keparahan kecelakaan tidak hanya disebabkan oleh perilaku pengemudi, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan eksternal.Dari perspektif kebijakan, studi ini merekomendasikan peningkatan desain jalan yang aman, integrasi perencanaan penggunaan lahan, dan manajemen lalu lintas adaptif.Temuan ini relevan untuk kota-kota berkembang lainnya yang menghadapi tantangan serupa.Namun, keterbatasan penelitian ini termasuk ketergantungan pada data sekunder dan kurangnya analisis interaksi antara faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak spesifik dari desain jalan seperti penggunaan median pengaman atau geometri jalan terhadap kecelakaan di kota-kota besar lainnya. Selain itu, studi tentang interaksi antara pola penggunaan lahan dan kecelakaan lalu lintas di kota-kota dengan karakteristik demografi dan ekonomi yang berbeda bisa memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian tentang efektivitas sistem manajemen lalu lintas real-time, seperti pengaturan lampu lalu lintas adaptif atau pemantauan cuaca, dalam mengurangi risiko kecelakaan besar di Jakarta dapat menjadi arah penelitian yang relevan.

  1. Towards a safe system in low- and middle-income countries: vehicles that guide drivers on self-explaining... doi.org/10.55329/avnw4364Towards a safe system in low and middle income countries vehicles that guide drivers on self explaining doi 10 55329 avnw4364
Read online
File size434.29 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test