USIUSI
Jurnal Regional PlanningJurnal Regional PlanningPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan 17 program prioritas dalam 100 hari pertama masa kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang pada periode 2025–2030. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), menggabungkan metode kuantitatif dengan survei menggunakan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) dan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD). Survei melibatkan 739 responden dari 15 kelurahan di Kota Bontang. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat merasa puas terhadap program di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Namun, terdapat tantangan dalam koordinasi antarinstansi dan pengelolaan data sosial yang perlu diperbaiki untuk mendukung keberlanjutan program. Evaluasi berbasis partisipasi masyarakat terbukti menjadi alat penting dalam meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik di daerah.
Secara keseluruhan, evaluasi terhadap Program 100 Hari Pemerintah Kota Bontang menunjukkan bahwa masyarakat merasa puas terhadap sebagian besar program yang dilaksanakan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan spiritualitas.Namun, beberapa tantangan terkait koordinasi antarinstansi dan pengelolaan data sosial perlu diatasi untuk mendukung keberlanjutan program-program ini.Evaluasi berbasis partisipasi masyarakat, terbukti menjadi metode yang efektif dalam memastikan akuntabilitas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model koordinasi antarinstansi yang efektif dalam pelaksanaan program pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti struktur organisasi, komunikasi, dan insentif. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan data sosial, termasuk pengembangan sistem validasi data yang terintegrasi dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ketiga, penelitian dapat mengkaji dampak program 100 hari terhadap indikator-indikator pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Kota Bontang, dengan fokus pada sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan, serta mengidentifikasi strategi untuk memperkuat sinergi antara program pemerintah daerah dan tujuan pembangunan global.
| File size | 260.08 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Penggunaan Canva dan ChatGPT tidak hanya membekali perajin dengan keterampilan desain, tetapi juga membongkar resistensi mental pekerja paruh baya terhadapPenggunaan Canva dan ChatGPT tidak hanya membekali perajin dengan keterampilan desain, tetapi juga membongkar resistensi mental pekerja paruh baya terhadap
STIALANMAKASSARSTIALANMAKASSAR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara lebih mendalam mengenai Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas tentang Rencana Detail TataPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara lebih mendalam mengenai Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas tentang Rencana Detail Tata
STMIKPLKSTMIKPLK Pertanian terpadu merupakan pendekatan yang bermanfaat bagi petani, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan kebutuhan panganPertanian terpadu merupakan pendekatan yang bermanfaat bagi petani, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan kebutuhan pangan
IPTRISAKTIIPTRISAKTI Dari sisi preferensi, fasilitas yang diprioritaskan adalah jogging track, bangku taman, musholla, dan tempat pembibitan ikan, sedangkan gazebo, papan interpretasi,Dari sisi preferensi, fasilitas yang diprioritaskan adalah jogging track, bangku taman, musholla, dan tempat pembibitan ikan, sedangkan gazebo, papan interpretasi,
UNRUNR Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap isu perizinan, alih fungsi lahan, pengembangan infrastruktur, serta kebijakanHasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap isu perizinan, alih fungsi lahan, pengembangan infrastruktur, serta kebijakan
UNKRISUNKRIS Mendorong keberlangsungan keseimbangan antara pemanfaatan ruang dengan sistem transportasi di Jl Pahlawan Revolusi guna menciptakan suasana koridor JlMendorong keberlangsungan keseimbangan antara pemanfaatan ruang dengan sistem transportasi di Jl Pahlawan Revolusi guna menciptakan suasana koridor Jl
IPBIPB Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, proporsi minimum Ruang Terbuka Hijau di kota adalah 30%, namun di Jagakarsa hanya mencapai 10,33%. SelamaBerdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, proporsi minimum Ruang Terbuka Hijau di kota adalah 30%, namun di Jagakarsa hanya mencapai 10,33%. Selama
IPBIPB Penelitian ini mengidentifikasi 13 instrumen penilaian yang disepakati oleh panel ahli sebagai faktor penentu Indeks Kualitas Lingkungan (EQI) di KabupatenPenelitian ini mengidentifikasi 13 instrumen penilaian yang disepakati oleh panel ahli sebagai faktor penentu Indeks Kualitas Lingkungan (EQI) di Kabupaten
Useful /
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Oleh karena itu, program ini menunjukkan bahwa pengembangan anyaman pandan duri di Desa Rancagede tidak hanya memerlukan digitalisasi pemasaran, tetapiOleh karena itu, program ini menunjukkan bahwa pengembangan anyaman pandan duri di Desa Rancagede tidak hanya memerlukan digitalisasi pemasaran, tetapi
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan pelaku UMKM, serta dokumentasi terhadap proses produksiMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan pelaku UMKM, serta dokumentasi terhadap proses produksi
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan praktis peserta, yang tercermin dari kemampuan dalam membangunHasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan praktis peserta, yang tercermin dari kemampuan dalam membangun
IPBIPB Berdasarkan data tingkat kecamatan, IKL Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 47,56 dengan rincian IKA 46,852, IKU 61,73, dan IKL 22,569. Terdapat perbedaanBerdasarkan data tingkat kecamatan, IKL Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 47,56 dengan rincian IKA 46,852, IKU 61,73, dan IKL 22,569. Terdapat perbedaan