UNSOEDUNSOED

JOS | Universitas Jenderal SoedirmanJOS | Universitas Jenderal Soedirman

Meskipun bukti yang berkembang menunjukkan bahwa bencana berdampak negatif pada tidur anak-anak, data tentang anak-anak Suriah yang terdampak gempa bumi 6 Februari 2023 di Türkiye–Suriah masih langka. Studi ini meneliti prevalensi dan penentu gangguan tidur di antara anak-anak dan remaja Suriah yang terdampak satu bulan setelah gempa. Studi potong lintang dilakukan dari Maret hingga April 2023 di lima tempat penampungan pemerintah di Suriah dengan 150 peserta berusia 7–17 tahun. Gangguan tidur diukur menggunakan Child and Adolescent Sleep Checklist (CASC), dan data dianalisis menggunakan uji t-sampel independen, analisis varians satu arah, dan korelasi Pearson. 95,3% peserta mengalami gangguan tidur secara klinis signifikan (CASC ≥18). Hanya 44,7% yang mengalami tidur tidak cukup. Anak usia 7–12 tahun memiliki skor lebih tinggi untuk gangguan pernapasan tidur dan parasomnia dibandingkan remaja. Hasil ini menunjukkan beban besar gangguan tidur di antara anak-anak yang terdampak bencana besar dan mendukung integrasi penilaian tidur berdasarkan usia dan intervensi terarah ke dalam perawatan pediatrik pasca-bencana.

Gangguan tidur sangat umum di antara anak-anak dan remaja Suriah yang terdampak gempa bumi Türkiye–Suriah 2023.Perbedaan dalam beberapa domain gangguan tidur ditemukan berdasarkan kelompok usia dan tingkat pendidikan, sementara durasi tidur malam yang lebih panjang terkait dengan skor CASC yang lebih rendah.Layanan perawatan pasca-bencana harus memasukkan skrining tidur sesuai usia, dukungan lingkungan tidur, pendidikan pengasuh, dan jalur rujukan untuk anak-anak dengan gejala persisten atau berat.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi psikologis seperti terapi kognitif-perilaku untuk insomnia (CBT-I) dalam mengurangi gangguan tidur dan gejala PTSD di populasi anak-anak pasca-bencana. Penelitian juga perlu mempelajari dampak jangka panjang dari gangguan tidur pada perkembangan kognitif dan akademik anak-anak yang terdampak gempa, termasuk perbandingan antara pendekatan pendidikan formal dan lingkungan penampungan. Selain itu, penting untuk mengevaluasi peran faktor budaya dan lingkungan dalam mengatur pola tidur anak-anak di wilayah konflik, serta mengembangkan strategi penyesuaian lingkungan yang dapat diterapkan di tempat penampungan untuk meningkatkan kualitas tidur.

  1. Environmental Health Risks After the 2023 Turkey-Syria Earthquake and Salient Mitigating Strategies:... journals.sagepub.com/doi/10.1177/11786302231200865Environmental Health Risks After the 2023 Turkey Syria Earthquake and Salient Mitigating Strategies journals sagepub doi 10 1177 11786302231200865
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s12888-020-03002-3Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s12888 020 03002 3
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s11126-020-09840-4Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s11126 020 09840 4
  4. Yang, Chang, Hsu, Lin, and Zeitzer: Chinese Translation and Validation of the Child and Adolescent Sleep... sleepmedres.org/journal/view.php?doi=10.17241/smr.2020.00710Yang Chang Hsu Lin and Zeitzer Chinese Translation and Validation of the Child and Adolescent Sleep sleepmedres journal view php doi 10 17241 smr 2020 00710
Read online
File size655.1 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test