UNDIPUNDIP

Journal of the Indonesian Tropical Animal AgricultureJournal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture

Penelitian ini meneliti efek dari transplantasi mikrobiota feses (FMT) yang dikeringkan dari donor ayam sehat terhadap kinerja pertumbuhan, indeks hematologis, dan morfologi usus pada ayam Kedu selama fase starter. Sebanyak 120 ayam Kedu (umur 0-6 minggu) secara acak dibagi menjadi T0 (diberi 1 mL PBS secara oral), T1 (diberi 0,5 mL FMT), dan T2 (1,0 mL FMT). Berat badan dan konsumsi pakan dicatat setiap minggu, sedangkan darah dan segmen usus dikumpulkan pada minggu ke-6. Hasil menunjukkan bahwa berat badan hidup dan peningkatan berat badan tertinggi (p<0,001) terjadi pada kelompok T1, sedangkan yang terendah pada kelompok T0. Rasio konversi pakan (FCR) lebih baik (p=0,001) pada kelompok T1 dan T2 dibandingkan dengan kelompok T0. Konsumsi pakan lebih rendah (p=0,014) pada kelompok T2 dibandingkan dengan kelompok T0 dan T1. Pemberian FMT cenderung meningkatkan eritrosit (p=0,054) dan kadar hemoglobin (p=0,056) pada ayam Kedu. Berat relatif usus dua belas jari, usus kosong, usus buntu, dan usus besar lebih rendah (p<0,05) pada kelompok T1 dan T2 dibandingkan dengan kelompok T0. Pemberian FMT tidak mempengaruhi (p>0,05) tinggi vili duodenum dan jejunum, kedalaman kript, dan rasio tinggi vili terhadap kedalaman kript pada ayam Kedu. Kesimpulannya, pemberian FMT yang dikeringkan dengan dosis rendah setiap hari terkait dengan peningkatan kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ayam Kedu starter, sedangkan respons hematologis dan morfologis usus terbatas.

Kesimpulannya, pemberian FMT yang dikeringkan dengan dosis rendah setiap hari terkait dengan peningkatan kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ayam Kedu starter, sedangkan respons hematologis dan morfologis usus terbatas.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi mikroba spesifik dalam FMT yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ayam Kedu. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme di balik efek FMT pada respons hematologis dan morfologis usus yang terbatas. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dosis optimal FMT yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi ayam Kedu tanpa menyebabkan efek samping negatif. Dengan memahami dosis optimal, para peneliti dapat mengembangkan strategi pemberian FMT yang lebih efektif dan aman. Selain itu, studi komparatif antara ayam Kedu dan ayam komersial dapat dilakukan untuk memahami perbedaan respons terhadap FMT dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan transplantasi mikrobiota. Penelitian lanjutan ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang peran mikrobiota usus dalam kesehatan dan produktivitas ayam, khususnya ayam Kedu, dan dapat membantu mengembangkan strategi nutrisi dan kesehatan yang lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas ayam lokal.

Read online
File size684.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test