UNDIPUNDIP

Journal of the Indonesian Tropical Animal AgricultureJournal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture

Protease merupakan enzim industri yang berharga, tetapi sebagian besar persiapan komersial di Indonesia masih diimpor, yang menekankan kebutuhan untuk mengidentifikasi produsen lokal yang efisien. Studi ini melaporkan, untuk pertama kalinya, produksi dan karakterisasi protease ekstraseluler dari Bacillus amyloliquefaciens SLBD, yang diisolasi dari tinja kuda. Enzim ekstraseluler kasar dikumpulkan pada fase pertumbuhan yang berbeda dan dievaluasi untuk indeks proteolitik, aktivitas spesifik, dan sifat katalitik menggunakan N-suksinil-Ala-Ala-Pro-Phe-p-nitroanilida sebagai substrat. Enzim kasar menunjukkan aktivitas spesifik 8,82 U mg-¹, Km 0,519 mM, Vmax 192,31 μmol min-¹, dan kcat/Km 1,23x105 M-¹ s-¹. Aktivitas optimal diamati pada pH 7-8 dan 50 °C, dengan lebih dari 80% stabilitas yang dipertahankan antara pH 6-10 dan suhu hingga 60 °C. Aktivitasnya agak terpengaruh oleh pelarut organik tetapi tetap di atas 70% dalam metanol dan etanol, dan tidak terlalu terpengaruh oleh deterjen nonionik. Ion logam seperti Zn²⁺ sedikit meningkatkan aktivitas, sedangkan Hg²⁺ dan EDTA menyebabkan inhibisi yang kuat, yang menunjukkan ketergantungan sebagian pada logam. Secara keseluruhan, enzim ini menunjukkan stabilitas operasional yang luas dan toleransi terhadap kondisi fisikokimia yang beragam. Temuan ini menekankan B. amyloliquefaciens SLBD sebagai strain tinja yang menjanjikan yang menghasilkan protease ekstraseluler yang kuat, tahan pelarut dan deterjen yang sesuai untuk aplikasi bioteknologi dan industri.

Bacillus amyloliquefaciens SLBD menghasilkan protease ekstraseluler yang terkait dengan pertumbuhan dengan aktivitas puncak pada 12 jam.Enzim kasar menunjukkan efisiensi katalitik yang baik (Km = 0,519 mM.kcat/Km = 1,23 x 10⁵ M⁻¹·s⁻¹), aktivitas optimum pada pH 7-8 dan 50 °C, dan stabilitas di seluruh pH 6-10 dan hingga 60 °C.Zn²⁺ meningkatkan aktivitas, sedangkan Hg²⁺ dan EDTA menghambatnya, menunjukkan ketergantungan pada logam.Enzim juga toleran terhadap pelarut organik dan deterjen.Secara keseluruhan, protease ini stabil, efisien, dan menunjukkan potensi untuk aplikasi bioteknologi dan industri.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada isolasi dan karakterisasi lebih lanjut dari protease ekstraseluler yang dihasilkan oleh B. amyloliquefaciens SLBD. Studi ini dapat mencakup analisis genomik untuk mengidentifikasi gen yang terlibat dalam produksi protease dan mekanisme regulasi yang terlibat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi aplikasi industri protease ini, seperti dalam industri deterjen, makanan, atau pakan ternak. Mempelajari stabilitas dan aktivitas protease dalam kondisi proses industri yang berbeda akan memberikan wawasan berharga untuk optimasi formulasi dan aplikasi protease. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi protease ini dalam aplikasi bioteknologi, seperti dalam hidrolisis protein atau produksi biofuel. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang keragaman mikroba dan memperluas repertoar protease industri yang relevan.

  1. DOI Name 10.3390 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc prefix mdpi email admin... doi.org/10.3390DOI Name 10 3390 Values name values index type timestamp data serv crossref desc prefix mdpi email admin doi 10 3390
Read online
File size765.85 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test