UNIBUNIB

Jurnal EngganoJurnal Enggano

Pengolahan ikan secara tradisional merupakan bentuk pengolahan yang banyak dilakukan nelayan, khususnya di Desa Galo-Galo Kecamatan Morotai Selatan. Ikan asin sangat digemari oleh masyarakat bahkan dijadikan oleh-oleh khas Morotai. Ikan asin ini biasanya dijual ke pasar tradisional Pulau Morotai dan daerah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan uji organoleptik ikan asin di Desa Galo-Galo, Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 bertempat di Desa Galo-Galo, Morotai Selatan, ikan asin dan uji organoleptik menggunakan angket dan pengamatan langsung. Uji organoleptik ikan asin meliputi kenampakan, rasa, bau, tekstur, dan jamur.

Proses pembuatan ikan asin dimulai dari ikan dibersihkan dari sisik, dibuang isi perut dan insang, dicuci, dibilas, diberi garam, direndam, dicuci kembali, dan dijemur.Hasil uji organoleptik ikan asin oleh panelis konsumen menunjukkan bahwa ikan asin dari Desa Galo-Galo layak dikonsumsi karena nilai organoleptik >7.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh proses pengolahan ikan asin terhadap kualitas dan keamanan pangan. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada aspek sanitasi dan higiene selama proses pengolahan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi mutu ikan asin, seperti faktor kimia dan biologi. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pengolahan ikan asin yang lebih efisien dan higienis, serta meningkatkan nilai tambah produk ikan asin dengan inovasi dalam pengemasan dan pemasaran.

  1. Jurnal Enggano. pengolahan uji organoleptik ikan asin galo pulau morotai jurnal enggano quick jump page... doi.org/10.31186/jenggano.5.2.122-131Jurnal Enggano pengolahan uji organoleptik ikan asin galo pulau morotai jurnal enggano quick jump page doi 10 31186 jenggano 5 2 122 131
Read online
File size774.79 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test