MAHESA CENTERMAHESA CENTER

Jurnal Pendidikan dan Penciptaan SeniJurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tari anak dalam perkembangan intelektual, sosial emosional, dan multikultural. Teknik pengambilan data menggunakan studi dokumen dan pustaka. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analitik. Masa anak merupakan masa emas perkembangan intelektual, sosial emosional, dan multikultural. Pada masa inilah intervensi yang dilakukan dapat efektif dan efisien. Pada kemampuan intelektual menekankan pada berpikir kritis, kreatif, dan logis. Pada sosial emosional menekankan pada pembentukan sikap dan karakter. Pada multikultural menekankan pada kemampuan memahami budaya di lingkungan sendiri dan budaya di lain daerah. Pengenalan budaya ini dilakukan agar setiap anak memiliki rasa toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati perbedaan budaya yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa tari anak dapat dijadikan sebagai salah satu media untuk mengembangkan kemampuan intelektual, sosial emosional, dan multikultural.

Perubahan isu dan paradigma dalam pendidikan seni menunjukkan bahwa bidang ini terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.Tari anak dapat menjadi sarana efektif untuk mendukung perkembangan intelektual, sosial-emosional, dan multikultural anak, memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta nilai-nilai toleransi dan empati.Kurikulum pendidikan seni perlu dirancang secara inklusif agar dapat diakses oleh semua anak, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, untuk membentuk individu yang kreatif dan adaptif di era global.

Sebagai kelanjutan dari kajian ini tentang peran tari anak dalam perkembangan intelektual, sosial-emosional, dan multikultural, penelitian lanjutan bisa mengeksplorasi bagaimana dampak jangka panjang pembelajaran tari terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreativitas anak melalui studi longitudinal yang mengikuti peserta dari usia dini hingga remaja. Selain itu, studi komparatif lintas budaya dapat dilakukan untuk membandingkan penerapan tari dalam konteks multikultural di negara-negara berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi strategi yang lebih efektif dalam membangun toleransi dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Penelitian lebih lanjut juga bisa mengembangkan model kurikulum inklusif untuk anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran tari, dengan fokus pada adaptasi metode yang membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial-emosional dan kemampuan interpersonal secara maksimal. Dengan mempertimbangkan temuan bahwa pembelajaran tari mendorong integrasi kecerdasan jamak, penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas teknik bermain peran dalam tari untuk meningkatkan empati dan regulasi emosi pada anak di lingkungan sosial yang beragam. Terakhir, eksplorasi tentang asimilasi dan akomodasi skemata Piaget dalam pembelajaran tari bisa dikembangkan ke arah studi intervensi yang mengukur seberapa cepat anak-anak mengadaptasi gerakan tarinya dengan ritme dan struktur budaya yang baru, sehingga memberikan wawasan baru untuk pendidikan pra-sekolah.

  1. Tari Anak dalam Perspektif Perkembangan Intelektual, Sosial Emosional, dan Multikultural | Purnomo |... doi.org/10.34007/jipsi.v4i2.551Tari Anak dalam Perspektif Perkembangan Intelektual Sosial Emosional dan Multikultural Purnomo doi 10 34007 jipsi v4i2 551
  1. #blended learning#blended learning
  2. #keterampilan sosial#keterampilan sosial
Read online
File size378.85 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1jk
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test