UM MetroUM Metro

Turbo : Jurnal Program Studi Teknik MesinTurbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kinerja panel surya berkapasitas 50 Wp yang menggunakan sistem solar tracker dan panel surya statis sebagai sumber green energy pada aplikasi incinerator. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan panel surya statis dalam menyerap radiasi matahari secara optimal akibat sudut kemiringan panel yang tetap. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen lapangan yang dilaksanakan di Desa Nampirejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, selama lima hari pengujian pada pukul 09.00–15.00 WIB dengan interval pengambilan data setiap 30 menit. Parameter yang diamati meliputi intensitas radiasi matahari, tegangan, arus, daya, dan energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya dengan sistem solar tracker menghasilkan energi ternormalisasi sebesar 42,85 Wh, lebih tinggi dibandingkan panel surya statis yang menghasilkan 40,99 Wh, sehingga terjadi peningkatan kinerja rata-rata sebesar 4,55%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan solar tracker dalam mengikuti pergerakan matahari mampu meningkatkan penyerapan radiasi surya dan menghasilkan energi listrik yang lebih optimal. Penerapan sistem solar tracker pada panel surya 50 Wp mampu meningkatkan performa sistem dibandingkan panel surya statis serta berpotensi menjadi solusi energi terbarukan yang efektif untuk mendukung operasional incinerator ramah lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan system solar tracker mampu meningkatkan kinerja panel surya dibandingkan dengan panel surya yang dipasang secara statis.Selama lima hari pengujian, panel surya yang menggunakan solar tracker menghasilkan daya rata-rata sebesar 29,55 W, sedangkan panel surya statis hanya mencapai 27,24 W.Hasil pengukuran intensitas radiasi matahari menunjukkan adanya perbedaan nilai iradiasi pada setiap variasi sudut kemiringan panel statis dan pada sistem solar tracker.Pada beberapa kondisi, panel statis menerima intensitas radiasi yang lebih tinggi, namun secara umum solar tracker mampu mempertahankan orientasi panel agar mengikuti pergerakan matahari sehingga penyerapan energi berlangsung lebih optimal sepanjang waktu pengujian.Rata-rata iradiasi harian yang diterima panel dengan solar tracker sebesar 6205 Wh/m², sedangkan panel statis sebesar 6629 Wh/m².Meskipun demikian, panel surya yang menggunakan solar tracker tetap menghasilkan energi ternormalisasi yang lebih tinggi, yaitu rata-rata sebesar 42,85 Wh dibandingkan panel statis yang hanya mencapai 40,99 Wh.Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi solar tracker mampu meningkatkan pemanfaatan energi surya dan kinerja sistem fotovoltaik, sehingga berpotensi mendukun implementasi konsep green energy secara berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh konfigurasi sistem solar tracker terhadap kinerja panel surya. Selain itu, perlu dipertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi atmosfer, karakteristik modul, dan konfigurasi sistem untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan algoritma kendali yang lebih kompleks untuk meningkatkan performa sistem. Selain itu, studi tentang penerapan solar tracker pada skala komersial dan analisis biaya-manfaatnya juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi sensor dan artificial intelligence untuk meningkatkan efisiensi sistem dan mengurangi kebutuhan perawatan.

Read online
File size651.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test