UNDARISUNDARIS

Waspada (Jurnal Pengembangan Pendidikan)Waspada (Jurnal Pengembangan Pendidikan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara self efficacy terhadap minat mengajar pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Self efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi situasi tertentu, yang diyakini memiliki pengaruh terhadap kesiapan dan ketertarikan mahasiswa dalam menjalani profesi sebagai pendidik. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan akuntansi UMSU sebanyak 98 orang dan sampelnya adalah semua populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrument penelitian menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan berbantuan software SPSS 23. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dan minat mengajar sebesar 39,5%. Artinya, semakin tinggi tingkat self-efficacy mahasiswa, semakin besar pula minat mereka untuk berprofesi sebagai guru.

Penelitian ini menemukan hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dan minat mengajar pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi UMSU, dengan kontribusi 39,5%.Hal ini berarti semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin besar minat mereka untuk berprofesi sebagai guru.Temuan ini menekankan peran krusial self-efficacy dalam membentuk keyakinan diri, motivasi, dan ketertarikan mahasiswa terhadap profesi pendidikan.

Meskipun penelitian ini telah menemukan hubungan positif antara self-efficacy dan minat mengajar, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna mendapatkan pemahaman yang komprehensif. Sebuah arah penelitian menarik adalah menyelidiki secara lebih mendalam faktor-faktor psikologis dan lingkungan lain yang berinteraksi dengan efikasi diri dalam membentuk minat mengajar mahasiswa, tidak hanya di program studi akuntansi tetapi juga di bidang kependidikan lain yang mengalami tantangan serupa. Misalnya, penelitian di masa depan dapat menganalisis bagaimana jenis motivasi (intrinsik atau ekstrinsik), pengalaman mengajar di lapangan sejak dini, serta dukungan dari mentor atau lingkungan akademik secara spesifik memengaruhi perkembangan efikasi diri dan minat tersebut. Apakah ada pola yang berbeda antara mahasiswa dari program studi kependidikan murni dengan program studi yang awalnya tidak berorientasi keguruan namun lulusannya bisa menjadi guru? Selain itu, sangat relevan untuk merancang dan mengevaluasi efektivitas program intervensi yang bertujuan meningkatkan self-efficacy mahasiswa calon guru. Misalnya, studi dapat menguji dampak lokakarya pengembangan keterampilan pedagogis, program pendampingan oleh guru berpengalaman, atau simulasi mengajar yang dilengkapi umpan balik konstruktif terhadap peningkatan keyakinan diri dan minat mengajar. Terakhir, penelitian longitudinal dapat memberikan wawasan berharga dengan menelusuri perjalanan karir mahasiswa yang memiliki self-efficacy dan minat mengajar tinggi dari masa perkuliahan hingga memasuki dunia kerja. Hal ini akan membantu mengidentifikasi apakah tingkat efikasi diri saat kuliah berkorelasi dengan keputusan mereka untuk benar-benar menjadi guru, tingkat kepuasan kerja, serta keberlanjutan karir di bidang pendidikan dalam jangka panjang, memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dampak self-efficacy.

  1. Pengaruh Efikasi Diri dan Persepsi terhadap Minat Menjadi Guru Ekonomi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan... doi.org/10.26740/jpeka.v2n2.p83-96Pengaruh Efikasi Diri dan Persepsi terhadap Minat Menjadi Guru Ekonomi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan doi 10 26740 jpeka v2n2 p83 96
Read online
File size368.67 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test