UNUHAUNUHA

Al-I'tibar : Jurnal Pendidikan IslamAl-I'tibar : Jurnal Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi teknik evaluasi Team Quiz pada mata pelajaran Fikih kelas X di MAN 1 Payakumbuh serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran yang ideal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap guru mata pelajaran Fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan teknik Team Quiz sebagai bentuk active learning dengan membagi peserta didik ke dalam lima kelompok besar yang secara bergantian berperan sebagai pembuat kuis dan penjawab pertanyaan. Namun, ditemukan adanya kesenjangan antara praktik yang berjalan dengan prosedur ideal, yakni belum optimalnya penyampaian materi secara komprehensif sebelum pelaksanaan kuis sehingga berpotensi mengaburkan konsep materi yang dipelajari. Berdasarkan teori evaluasi formatif Bloom, prinsip konstruktivisme Vygotsky, serta konsep penilaian autentik, disimpulkan bahwa teknik Team Quiz memiliki potensi besar dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta didik apabila dilaksanakan dengan prosedur yang sistematis: penjelasan materi terlebih dahulu, pembagian kelompok, pelaksanaan kuis, dan penguatan di akhir pembelajaran.

Penelitian ini telah mendeskripsikan dan menganalisis implementasi teknik evaluasi Team Quiz pada pembelajaran Fikih kelas X di MAN 1 Payakumbuh.Berdasarkan hasil observasi, wawancara, analisis teoritis, serta perbandingan dengan temuan penelitian terdahulu yang relevan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pertama, teknik evaluasi Team Quiz yang diterapkan di MAN 1 Payakumbuh telah menunjukkan semangat inovatif dalam mengembangkan active learning di kelas Fikih.Pembagian kelompok, mekanisme pertanyaan berantai, dan rotasi peran mencerminkan pemahaman guru terhadap prinsip-prinsip pembelajaran aktif yang dapat meningkatkan keterlibatan aktif dan motivasi peserta didik.Kedua, terdapat kesenjangan signifikan antara praktik yang berjalan dengan prosedur ideal implementasi Team Quiz.Kesenjangan utama terletak pada tidak konsistennya penyampaian materi secara komprehensif sebelum pelaksanaan kuis.Kondisi ini berpotensi mengurangi validitas evaluasi, menghambat tercapainya proses kognitif tingkat tinggi, dan melemahkan fungsi scaffolding dalam interaksi antar kelompok.Ketiga, berdasarkan teori evaluasi formatif Bloom, konstruktivisme sosial Vygotsky, dan penilaian autentik, prosedur yang ideal adalah.penjelasan materi yang komprehensif terlebih dahulu, diikuti pembagian kelompok dan pelaksanaan kuis, kemudian penguatan di akhir pembelajaran.Urutan instruksional ini merupakan faktor determinan keberhasilan teknik Team Quiz dalam mencapai tujuan pembelajaran Fikih.Keempat, temuan dari penelitian terdahulu pada Al Itibar.Jurnal Pendidikan Islam menegaskan bahwa keberhasilan teknik pembelajaran aktif berbasis kelompok tidak hanya tergantung pada desain teknisnya, tetapi juga pada dukungan struktural (waktu, fasilitas, kompetensi guru) dan kedalaman muatan kontekstual-spiritual yang dikandungnya.Hal ini memperkuat argumen bahwa Team Quiz dalam pembelajaran Fikih perlu dirancang sebagai bagian dari sistem instruksional yang utuh, bukan sekadar aktivitas selingan di akhir pembahasan materi.Kelima, teknik Team Quiz memiliki kesesuaian yang tinggi dengan prinsip-prinsip evaluasi dalam pendidikan Islam yang menekankan dialog, refleksi, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam memahami hukum-hukum agama.Potensi ini akan terwujud optimal apabila implementasinya dilakukan dengan prosedur yang sistematis dan terencana.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang menerapkan prosedur ideal hasil rekomendasi penelitian ini secara langsung, kemudian mengukur perubahan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah perbaikan urutan instruksional diterapkan. Kedua, studi multi-kasus yang melibatkan beberapa madrasah aliyah negeri di Sumatera Barat dapat dilakukan untuk menguji konsistensi temuan kesenjangan instruksional yang ditemukan dalam penelitian ini. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam yang berfokus pada perspektif peserta didik dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi mereka terhadap teknik Team Quiz, termasuk tantangan dan manfaat yang mereka rasakan dalam proses belajar.

  1. Revisi taksonomi Bloom: Kognitif, afektif, dan psikomotorik | Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum.... journal.uny.ac.id/index.php/humanika/article/view/29252Revisi taksonomi Bloom Kognitif afektif dan psikomotorik Humanika Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum journal uny ac index php humanika article view 29252
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... languagetestingasia.springeropen.com/articles/10.1186/s40468-022-00191-4Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site languagetestingasia springeropen articles 10 1186 s40468 022 00191 4
  3. Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMAN 5 Payakumbuh | Al-I'tibar... journal.unuha.ac.id/index.php/JPIA/article/view/3939Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMAN 5 Payakumbuh Al Itibar journal unuha ac index php JPIA article view 3939
  4. Efektivitas Penggunaan Google Sites Sebagai Media Pembelajaran Kolaboratif: Perspektif Teoritis dan Praktis... doi.org/10.30599/jpia.v11i2.3590Efektivitas Penggunaan Google Sites Sebagai Media Pembelajaran Kolaboratif Perspektif Teoritis dan Praktis doi 10 30599 jpia v11i2 3590
Read online
File size347.08 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test