UADUAD
Journal of Food Science and CulinaryJournal of Food Science and CulinaryPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan enam prinsip higiene dan sanitasi pada penjamah makanan di dapur SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Studi dilakukan di dapur SD Unggulan Aisyiyah Bantul dengan 8 penjamah makanan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah panduan wawancara dan lembar observasi berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang Persyaratan Higiene dan Sanitasi Jasa Boga. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan enam prinsip higiene dan sanitasi di dapur SD Unggulan Aisyiyah Bantul belum sepenuhnya memenuhi standar Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011. Pada aspek penyimpanan bahan makanan, penerapannya belum memenuhi persyaratan karena keterbatasan fasilitas. Pada aspek pengolahan makanan, higiene perorangan belum dilaksanakan secara optimal, seperti penggunaan aksesori, kuku panjang, dan penggunaan APD yang tidak lengkap. Pada aspek pengangkutan dan penyajian makanan, praktik yang berpotensi menyebabkan kontaminasi silang juga masih ditemukan. Secara keseluruhan, penerapan 6 prinsip higiene dan sanitasi bagi penjamah makanan di dapur SD Unggulan Aisyiyah Bantul belum sepenuhnya memenuhi standar Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011. Beberapa ketidaksesuaian masih ditemukan pada aspek penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan makanan, penyajian makanan, dan higiene perorangan penjamah makanan.
Penelitian ini menemukan bahwa meskipun aspek pemilihan bahan makanan, penyimpanan makanan jadi, dan penyajian makanan secara umum telah memenuhi standar higiene sanitasi, masih terdapat ketidaksesuaian signifikan pada penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, dan higiene perorangan.Kekurangan fasilitas pendukung seperti ventilasi, alat penangkap asap, toilet khusus dapur, dan ketiadaan SOP tertulis menjadi hambatan utama.Aspek pengangkutan makanan memerlukan perbaikan paling mendesak karena penggunaan troli yang tidak memenuhi standar dan kurangnya kebersihan rutin, sementara kepatuhan penjamah dalam menjaga higiene perorangan saat mengolah dan menyajikan makanan juga perlu ditingkatkan secara konsisten.
Berdasarkan temuan studi yang mengindikasikan ketidaksesuaian signifikan dalam penerapan higiene sanitasi, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada beberapa arah strategis. Pertama, mengingat banyaknya kendala yang bersumber dari keterbatasan fasilitas dan lingkungan kerja, seperti ventilasi tidak memadai dan jalur penerimaan bahan yang belum terpisah, perlu dikembangkan studi mengenai desain arsitektur dapur sekolah yang optimal dan ergonomis. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana modifikasi tata letak serta adaptasi fasilitas dapat secara langsung memengaruhi efektivitas penerapan enam prinsip higiene sanitasi, sekaligus meningkatkan kenyamanan kerja penjamah makanan dan mengurangi risiko kontaminasi silang secara fundamental. Kedua, fenomena bahwa penjamah makanan memiliki pengetahuan namun belum konsisten dalam menerapkan higiene perorangan, seperti kebiasaan mengobrol dan penggunaan aksesori, menyoroti urgensi penelitian mengenai faktor-faktor non-pengetahuan yang memengaruhi kepatuhan. Studi ini dapat dirancang untuk menganalisis peran motivasi, efektivitas pengawasan berkelanjutan, serta budaya organisasi dalam mendorong perubahan perilaku. Selain itu, pengembangan model implementasi standar operasional prosedur (SOP) tertulis yang praktis dan mudah dipantau di lingkungan dapur sekolah juga sangat dibutuhkan. Ketiga, mengingat insiden keracunan makanan pernah terjadi, penting untuk melakukan penelitian evaluatif dan komparatif. Studi longitudinal dapat mengevaluasi efektivitas intervensi perbaikan higiene sanitasi di dapur sekolah dalam jangka panjang, mengukur dampaknya terhadap penurunan insiden penyakit bawaan makanan. Selanjutnya, studi komparatif dengan dapur sekolah lain yang berhasil menerapkan standar optimal dapat memberikan wawasan mengenai praktik terbaik dan strategi adaptasi efektif, demi menciptakan lingkungan penyediaan makanan yang lebih aman dan terjamin mutunya bagi siswa.
| File size | 390.81 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STIAMISTIAMI Perencanaan anggaran terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran, meskipun hanya menjelaskan 38,4% variasi. PelaksanaanPerencanaan anggaran terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran, meskipun hanya menjelaskan 38,4% variasi. Pelaksanaan
STIAMISTIAMI Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem e-Harga, dengan persentase pengaruh sebesar 9,8%. Kualitas sistem berpengaruh positifKompetensi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem e-Harga, dengan persentase pengaruh sebesar 9,8%. Kualitas sistem berpengaruh positif
STIAMISTIAMI Sejalan dengan meningkatnya tuntutan atas pelayanan publik yang semakin baik dengan mewujudkan transparansi, akuntabilitas dan profesionalitas dalam pengelolaanSejalan dengan meningkatnya tuntutan atas pelayanan publik yang semakin baik dengan mewujudkan transparansi, akuntabilitas dan profesionalitas dalam pengelolaan
STIAMISTIAMI Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tantangan yang dihadapi KPK dalam mempertahankan standar profesionalisme tinggi, terutama terkaitPenelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tantangan yang dihadapi KPK dalam mempertahankan standar profesionalisme tinggi, terutama terkait
STIAMISTIAMI Teknik analisis data menggunakan uji t untuk regresi linier sederhana dan uji F untuk regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gayaTeknik analisis data menggunakan uji t untuk regresi linier sederhana dan uji F untuk regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya
STIAMISTIAMI Dalam bidang perpajakan, pemerintah memegang peran yang sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dimana Direktorat Jenderal Pajak (DJP)Dalam bidang perpajakan, pemerintah memegang peran yang sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dimana Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
STIAMISTIAMI Membuat forum koordinasi triwulan untuk menyinkronkan realisasi anggaran, serta Meningkatkan pelaksanaan program dan partisipasi publik melalui forum musrenbang,Membuat forum koordinasi triwulan untuk menyinkronkan realisasi anggaran, serta Meningkatkan pelaksanaan program dan partisipasi publik melalui forum musrenbang,
ESC IDESC ID 284). Secara simultan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (F-hitung 42.753; signifikansi 0. 000284). Secara simultan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (F-hitung 42.753; signifikansi 0. 000
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT 000 hari pertama kehidupan. Di Dusun VIII, Desa Bangun Rejo, Kabupaten Deli Serdang, cakupan ASI eksklusif diperkirakan sebesar 65–70%, masih di bawah000 hari pertama kehidupan. Di Dusun VIII, Desa Bangun Rejo, Kabupaten Deli Serdang, cakupan ASI eksklusif diperkirakan sebesar 65–70%, masih di bawah
STIAMISTIAMI Hasil penelitian menunjukkan bahwa e‑Katalog LKPP telah meningkatkan efisiensi pengadaan pada berbagai aspek, meliputi waktu, pemanfaatan fasilitas danHasil penelitian menunjukkan bahwa e‑Katalog LKPP telah meningkatkan efisiensi pengadaan pada berbagai aspek, meliputi waktu, pemanfaatan fasilitas dan
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Program pemanfaatan sampah plastik dan limbah kain berbasis ecobrick di Desa Mekarsari berhasil menghasilkan instalasi seni berbentuk huruf “MEKARSARIProgram pemanfaatan sampah plastik dan limbah kain berbasis ecobrick di Desa Mekarsari berhasil menghasilkan instalasi seni berbentuk huruf “MEKARSARI
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode proportional random sampling, yang terdiri dari 177 populasi siswa kelas X IPA dan diambilPenentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode proportional random sampling, yang terdiri dari 177 populasi siswa kelas X IPA dan diambil