ESC IDESC ID
International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship (IJE3)International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship (IJE3)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem penghargaan, motivasi kerja, dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Latar belakang penelitian ini adalah menurunnya kualitas pelayanan publik yang disebabkan oleh motivasi kerja yang kurang, sistem penghargaan yang tidak efektif, dan fasilitas kerja yang tidak memadai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian terdiri dari 35 pegawai Kecamatan Lubuk Baja, dan analisis data dilakukan melalui regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghargaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (p=0.010; beta=0.312). Motivasi kerja juga memiliki pengaruh positif yang signifikan (signifikansi 0.004; koefisien regresi 0.327), demikian pula dengan fasilitas kerja (signifikansi 0.016; koefisien regresi 0.284). Secara simultan, ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (F-hitung 42.753; signifikansi 0.000 < 0.05). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0.787 menunjukkan bahwa ketiga variabel ini menjelaskan 78.7% variasi dalam kinerja pegawai, sedangkan sisanya 21.3% dijelaskan oleh faktor-faktor di luar penelitian ini. Temuan ini mengonfirmasi bahwa peningkatan kinerja pegawai memerlukan pendekatan holistik yang menggabungkan sistem penghargaan yang efektif, motivasi kerja yang tinggi, dan fasilitas kerja yang memadai.
Berdasarkan analisis data dan diskusi pada bab sebelumnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penghargaan, motivasi kerja, dan fasilitas kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.Hasil uji parsial dan simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel ini tidak hanya mempengaruhi individu, tetapi juga secara kolektif meningkatkan kinerja pegawai di Kecamatan Lubuk Baja.Pertama, sistem penghargaan (X₁) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai signifikansi 0.Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan keadilan dalam pemberian penghargaan, baik finansial maupun non-finansial, mendorong produktivitas, loyalitas, dan komitmen pegawai terhadap organisasi.Kedua, motivasi kerja (X₂) juga memiliki pengaruh positif yang signifikan (p = 0.Pegawai yang termotivasi cenderung lebih bersemangat dalam menyelesaikan tugas, berorientasi pada hasil, dan sangat dedikatif dalam mencapai tujuan organisasi.Ketiga, fasilitas kerja (X₃) memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan nilai signifikansi 0.Penyediaan fasilitas kerja yang lengkap dan nyaman mendukung efektivitas, efisiensi, dan produktivitas pegawai.Secara simultan, ketiga variabel ini berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai F-hitung 42.Hasil ini mengonfirmasi bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh kombinasi faktor, termasuk penghargaan, motivasi, dan fasilitas kerja.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, meningkatkan moral, dan mencapai kinerja pegawai yang optimal dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor internal lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan komunikasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak sistem penghargaan yang berbeda-beda terhadap kinerja pegawai, seperti sistem penghargaan finansial versus non-finansial, atau sistem penghargaan individu versus kelompok. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja, serta bagaimana keduanya dapat mempengaruhi kinerja pegawai secara bersamaan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai dan mengembangkan strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif di Kecamatan Lubuk Baja.
| File size | 221.66 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Temuan ini menggarisbawahi bahwa pesantren dapat mempertimbangkan pengintegrasian regulasi emosi secara eksplisit dalam desain pedagogis melalui praktikTemuan ini menggarisbawahi bahwa pesantren dapat mempertimbangkan pengintegrasian regulasi emosi secara eksplisit dalam desain pedagogis melalui praktik
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Pelajaran disampaikan dengan cara dipecah kecil-kecil menjadi bagian yang lebih mudah dipahami. Pelajaran disampaikan menggunakan peraga visual dan mengajakPelajaran disampaikan dengan cara dipecah kecil-kecil menjadi bagian yang lebih mudah dipahami. Pelajaran disampaikan menggunakan peraga visual dan mengajak
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan supervisi kelembagaan di MI Najatus Salikin Kedungsari Tarokan Kediri. Jenis penelitianApa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan supervisi kelembagaan di MI Najatus Salikin Kedungsari Tarokan Kediri. Jenis penelitian
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Ketiga, konselor menetapkan jenis penguatan serta yang akan diterapkan setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan oleh konseli, pemberian penguatanKetiga, konselor menetapkan jenis penguatan serta yang akan diterapkan setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan oleh konseli, pemberian penguatan
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis korelasi antara kompetensi pedagogik guru PAI dengan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Arrahmah tahun 20015/2016.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis korelasi antara kompetensi pedagogik guru PAI dengan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Arrahmah tahun 20015/2016.
UINSAUINSA Proses penanganan mencakup enam tahap untuk surat masuk dan empat tahap untuk surat keluar. Lokasi penelitian di SMPN 39 Surabaya. Penanganan surat masukProses penanganan mencakup enam tahap untuk surat masuk dan empat tahap untuk surat keluar. Lokasi penelitian di SMPN 39 Surabaya. Penanganan surat masuk
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Perlu menjadi perhatian agar lebih banyak petani yang menerapkan sistem tanam legowo 2 baris dan Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan lebih memberikan pengetahuanPerlu menjadi perhatian agar lebih banyak petani yang menerapkan sistem tanam legowo 2 baris dan Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan lebih memberikan pengetahuan
STMIKBINSASTMIKBINSA Sedangkan User Acceptance Testing menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai kebutuhan klien dan mampu mempermudah manajemen uji kompetensi di LSP-P1 SMKNSedangkan User Acceptance Testing menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai kebutuhan klien dan mampu mempermudah manajemen uji kompetensi di LSP-P1 SMKN
Useful /
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Terdapat hubungan yang positif antara Kinerja PPL dengan Peran PPL yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi r = 0,65. Hal ini mengandung makna bahwaTerdapat hubungan yang positif antara Kinerja PPL dengan Peran PPL yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi r = 0,65. Hal ini mengandung makna bahwa
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Rancangan lingkungan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan (A = 0 ml/polibeg (kontrol),Rancangan lingkungan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan (A = 0 ml/polibeg (kontrol),
GREENPUBGREENPUB Remaja berada dalam fase kritis perkembangan kehidupan mereka, di mana pembentukan karakter, nilai, dan identitas pribadi sedang berlangsung dengan cepat.Remaja berada dalam fase kritis perkembangan kehidupan mereka, di mana pembentukan karakter, nilai, dan identitas pribadi sedang berlangsung dengan cepat.
GREENPUBGREENPUB Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalamUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam