DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Program evaluasi dilakukan untuk menentukan tingkat keberhasilan suatu program dengan mengetahui efektivitas setiap komponen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesenjangan dalam implementasi program Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis di Puskesmas Sei Agul pada tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian ini adalah Kepala Puskesmas, pemegang program TB, kader, pengelola program DM, pengelola program HIV, dan pengelola program MCH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam promosi kesehatan, penemuan kasus, pengendalian faktor risiko, sumber daya, koordinasi, jaringan dan kemitraan, serta partisipasi masyarakat. Saran yang diberikan adalah berkolaborasi dengan pemegang program promosi kesehatan untuk menyebarkan informasi dan kegiatan program pengendalian TB yang telah dilakukan ke media sosial dan TV lokal. Melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, influencer, dan testimoni mantan pasien TB dengan membuat konten yang menarik, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan mengunggahnya di akun resmi Dinas Kesehatan Kota Medan dan puskesmas.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara target sebesar 91 persen dan hanya dicapai capaian sebesar 14 persen untuk penemuan kasus TBC di puskesmas Sei Agul.Program pencegahan dan pengendalian TBC di Indonesia perlu ditingkatkan melalui berbagai upaya, termasuk memperkuat koordinasi, jejaring kerja, dan kemitraan dengan berbagai pihak.Selain itu, penting untuk meningkatkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC melalui sosialisasi dan edukasi yang efektif.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pencegahan dan pengendalian TBC, khususnya di wilayah dengan prevalensi TBC yang tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau focus group discussion, untuk memahami persepsi, pengetahuan, dan sikap masyarakat terhadap TBC. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas berbagai strategi promosi kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang TBC dan mendorong mereka untuk melakukan pemeriksaan dini. Penelitian ini dapat melibatkan intervensi yang berbeda, seperti penggunaan media sosial, penyuluhan di komunitas, atau kampanye iklan, dan membandingkan dampaknya terhadap perilaku masyarakat. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan kasus TBC dan efektivitas program pengendalian TBC dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat melibatkan pengumpulan data secara berkala dari berbagai sumber, seperti data puskesmas, data rumah sakit, dan data survei, untuk mengidentifikasi tren kasus TBC dan mengevaluasi dampak program pengendalian TBC terhadap penurunan angka kejadian TBC.

Read online
File size305.52 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test