STIAMISTIAMI

Neraca : Jurnal Akuntansi TerapanNeraca : Jurnal Akuntansi Terapan

Penelitian ini menganalisis efektivitas proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik melalui sistem e‑Katalog LKPP pada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan dengan menggunakan teori Jones (2017:379). Hasil penelitian menunjukkan bahwa e‑Katalog LKPP telah meningkatkan efisiensi pengadaan pada berbagai aspek, meliputi waktu, pemanfaatan fasilitas dan infrastruktur, sumber daya, serta kesesuaian barang/jasa yang dipesan dan diterima. Implementasi sistem ini menghasilkan transparansi, efisiensi biaya, dan kemudahan akses bagi berbagai penyedia, termasuk UMKM. Namun, terdapat beberapa hambatan implementasi, antara lain risiko keamanan siber, keterbatasan integrasi sistem, dan resistensi organisasi terhadap perubahan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, disarankan pengembangan sistem secara berkelanjutan, peningkatan keamanan, integrasi dengan platform internal, serta pelatihan pengguna. Dengan demikian, e‑Katalog LKPP diharapkan dapat lebih meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem e‑Katalog LKPP di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI telah berjalan dengan efektif.Sistem ini mampu meningkatkan efisiensi waktu, memaksimalkan penggunaan sumber daya, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa.Dengan terus melakukan perbaikan sistem dan peningkatan kapasitas SDM, efektivitas pengadaan melalui e‑Katalog dapat semakin optimal di masa mendatang.

Saran penelitian lanjutan pertama: mengkaji secara mendalam bagaimana penerapan kebijakan keamanan siber yang terintegrasi dapat mempengaruhi tingkat adopsi dan kepercayaan pengguna terhadap e‑Katalog LKPP dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei pada pejabat pengadaan serta penyedia UMKM, serta analisis risiko keamanan. Saran kedua: menyelidiki sejauh mana integrasi e‑Katalog LKPP dengan sistem informasi pengadaan internal, seperti SiRUP, dapat meningkatkan efisiensi alur kerja, mengurangi duplikasi data, dan mempercepat proses verifikasi. Metode studi kasus pada beberapa unit kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan dapat memberikan gambaran praktis. Saran ketiga: mengevaluasi dampak program pelatihan literasi digital bagi pejabat pengadaan dan penyedia UMKM terhadap kualitas penggunaan e‑Katalog serta hasil penghematan biaya dan waktu dalam pengadaan. Desain eksperimental dengan kelompok kontrol dan pengukuran sebelum‑sesudah pelatihan dapat menghasilkan bukti yang kuat. Ketiga penelitian tersebut diharapkan dapat mengatasi hambatan keamanan, integrasi sistem, serta kurangnya kompetensi digital yang diidentifikasi dalam studi ini, sehingga meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengadaan pemerintah.

Read online
File size311.21 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test