UMSIDAUMSIDA

SEJSEJ

Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif kuantitatif yang bertujuan menggambarkan tingkat keterampilan literasi sains siswa kelas IX sekolah menengah di Kecamatan Angkona yang terakreditasi A dan B untuk tahun akademik 2021/2022, mencakup aspek konteks, pengetahuan, dan kompetensi sains pada materi sistem ekskresi manusia. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas IX sekolah menengah terakreditasi A dan B di Kecamatan Angkona sebanyak 252 orang, yaitu SMPN A (akreditasi A) serta SMPN B, C, dan D (akreditasi B). Sampel dipilih dengan teknik sampel jenuh, sehingga seluruh 252 siswa menjadi sampel. Instrumen penelitian berupa 20 butir soal pilihan ganda tentang sistem ekskresi manusia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes secara langsung di sekolah serta tes daring melalui Google Form atau WhatsApp bagi siswa yang tidak hadir. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa keterampilan literasi sains siswa kelas IX di Kecamatan Angkona berada pada kategori: (1) konteks sains “sedang, (2) pengetahuan sains “sedang, dan (3) kompetensi sains “rendah.

Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata‑rata keterampilan literasi sains siswa kelas IX di Kecamatan Angkona pada materi sistem ekskresi manusia sebesar 46,95, berada pada kategori sedang.Aspek konteks, pengetahuan, dan kompetensi masing‑masing memperoleh nilai rata‑rata 54,10 (sedang), 53,29 (sedang), dan 33,48 (rendah).Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan literasi sains siswa masih perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan penelitian selanjutnya yang mengembangkan metode pembelajaran yang tepat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem‑Based Learning) dapat meningkatkan aspek kompetensi sains yang masih berada pada kategori rendah pada siswa kelas IX di Kecamatan Angkona. Selanjutnya, dapat dieksplorasi pengaruh integrasi media digital interaktif serta pendekatan inquiry‑based learning terhadap peningkatan aspek konteks dan pengetahuan literasi sains siswa, khususnya pada materi sistem ekskresi manusia. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana program pengembangan profesional guru dalam merancang instrumen penilaian yang menilai ketiga aspek literasi sains dapat memperbaiki validitas dan reliabilitas hasil evaluasi, serta berdampak pada peningkatan keseluruhan kemampuan literasi sains siswa. Penelitian‑penelitian tersebut sebaiknya menggunakan desain eksperimental atau quasi‑eksperimental dengan kelompok kontrol, melibatkan sampel yang representatif, dan mengukur perubahan secara longitudinal selama satu tahun akademik. Hasilnya diharapkan memberikan rekomendasi praktis bagi kebijakan pendidikan menengah di Indonesia.

  1. The Profile of Scientific Literacy Skill Student at SMA Batik 2 Surakarta | Jurnal Penelitian & Pengembangan... journal.unj.ac.id/unj/index.php/jpppf/article/view/6695The Profile of Scientific Literacy Skill Student at SMA Batik 2 Surakarta Jurnal Penelitian Pengembangan journal unj ac unj index php jpppf article view 6695
  2. ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK KONTEKS DAN KNOWLEDGE MENGGUNAKAN COOPERATIVE PROPLEM SOLVING... journal.trunojoyo.ac.id/nser/article/view/6238ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK KONTEKS DAN KNOWLEDGE MENGGUNAKAN COOPERATIVE PROPLEM SOLVING journal trunojoyo ac nser article view 6238
  3. EFEK PROGRAM PISA TERHADAP KURIKULUM DI INDONESIA | Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. efek program pisa... doi.org/10.24832/jpnk.v4i1.1157EFEK PROGRAM PISA TERHADAP KURIKULUM DI INDONESIA Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan efek program pisa doi 10 24832 jpnk v4i1 1157
  4. DESKRIPSI KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMPN 3 MAKASSAR | Harlina | Jurnal IPA Terpadu.... doi.org/10.35580/ipaterpadu.v3i2.12320DESKRIPSI KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMPN 3 MAKASSAR Harlina Jurnal IPA Terpadu doi 10 35580 ipaterpadu v3i2 12320
Read online
File size518.73 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test