ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Tembakau Virginia merupakan komponen agroindustri terbesar di Nusa Tenggara Barat dengan produksi tembakau virginia pada tahun 2009 ditargetkan sebanyak 48.534 ton karena ada perluasan areal tanam dari 22.019 hektare pada tahun 2008 menjadi 24.123 hektare pada tahun 2009 yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok barat atau terjadi penambahan areal tanam seluas 10 persen. Oven tembakau yang tersebar di tiga kabupaten tersebut pada tahun 2009 berjumlah 13.509 unit dengan kuoata minyak tanah bersubsidi sebanyak 18 juta liter dari 45 juta liter kebutuhan omprongan tembakau (Berita Daerah.com, 2009). Kurangnya kuota minyak tanah bersubsidi untuk omprongan tembakau, bahkan pemerintah pusat telah memutuskan bahwa pada tahun 2012 kuota minyak tanah bersubdi akan dihapuskan, mendatangkan masalah tersendiri.

Hasil penelitian membuktikah bahwa biji jark bisa digunakan sebagai bahan alternatif pada proses pengeringan tembakau tanpa mengurangi kualitas tembakau melalui variasi percobaan, jika kita lihat hasil uji karaktristik bahan bakar biji jarak sangat memenuhi syarat sebagai pengganti bahan bakar lainnya.Pada uji nyala bahan bakar, biji jarak menyala dengan warna kemerahan dengan tanpa asap, dalam 0,30 kg biji jarak dapat rata-rata menyala selama 85 menit, semakin lama nyala bahan bakar dengan massa yang rendah maka dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.Nilai kalor yang dihasilkan pada penelitian memenuhi standar nasional (SNI) yaitu 5288,844 kal/gr dengn berpatokan pada standar yang telah memenuhi standar USA yaitu 4000-6500 (Sumber.Hendra, 1999 dalam Sunyata dan Wulur, 2008).Jika dilihat dari aspek nilai ekonomis konsumsi bahan bakar/ 1 kg krosok kering menghabiskan 6,7 kg biji jarak dengan harga Rp 6,700 lebih rendah dari bahan bakar minyak tanah, LPG maupun bio etanol.Untuk mendapatkan formula dari hasil pengopenan berdasarkan kualitas tembakau kering yang dihasilkan adalah variasi suhu yang pas untuk digunakan adalah suhu pengopenan standar dengan jarak laju pengeringan 1 m/s.Variabel tersebut dapat menjadi acuan/ refrensi kepada petani mendaptkan hasil pengomprongan tembakau dengan kualitas warna dan aroma yang terbaik sesuai hasil pengujian yang dilakukan oleh tester tembakau.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang menyeluruh mengenai berbagai alternatif bahan bakar untuk pengeringan tembakau, termasuk minyak tanah, LPG, bioetanol, dan biji jarak. Studi ini dapat mencakup analisis ekonomi, lingkungan, dan kualitas produk. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi pengeringan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan variabel seperti laju udara dan pola temperatur. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan energi terbarukan, seperti energi surya atau biomassa, untuk pengeringan tembakau, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi dampak lingkungan.

Read online
File size369.23 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test