STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal KebidananJurnal Kebidanan

Latar Belakang: Luka diaresis memerlukan penanganan tepat untuk mencegah komplikasi seperti infeksi. Keterbatasan waktu rawat inap menuntut kemandirian keluarga dalam perawatan luka diaresis di rumah. Di wilayah Puskesmas Gladagsari II Boyolali, studi pendahuluan menunjukkan 34,0% keluarga memiliki pengetahuan kurang dan 40,7% tidak terampil dalam perawatan luka secara aseptik. Tujuan: Mengetahui pengaruh inovasi program pemberdayaan keluarga melalui pelatihan keperawatan mandiri terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam penanganan luka diaresis di rumah. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental (one group pretest-posttest). Sampel berjumlah 103 responden keluarga pasien di wilayah kerja Puskesmas Gladagsari II yang diambil melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (39,8%), sikap negatif (55,3%), dan tidak terampil (40,7%). Sesudah pelatihan, mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (68,9%), sikap positif (81,6%), dan kategori terampil (75,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05 pada seluruh variabel (pengetahuan, sikap, dan keterampilan), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas keluarga memiliki pengetahuan cukup, sikap negatif, dan keterampilan tidak terampil dalam penanganan luka diaresis.Setelah pelatihan keperawatan mandiri, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan (68,9% baik), sikap (81,6% positif), dan keterampilan (75,7% terampil).Dengan demikian, program pemberdayaan keluarga melalui pelatihan keperawatan mandiri terbukti efektif meningkatkan kemampuan keluarga dalam perawatan luka diaresis di rumah.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi retensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga setelah pelatihan keperawatan mandiri dengan melakukan survei longitudinal pada interval 6 dan 12 bulan untuk menilai keberlanjutan efek program; selain itu, perlu dilakukan penelitian kuasi-eksperimental yang melibatkan kelompok kontrol yang menerima perawatan standar guna mengidentifikasi secara lebih tegas pengaruh intervensi terhadap peningkatan kompetensi keluarga; selanjutnya, adaptasi modul pelatihan ke dalam platform digital seperti aplikasi mobile atau e‑learning dapat diuji efektivitasnya dalam konteks daerah terpencil atau dengan sumber daya terbatas, sehingga memperluas jangkauan program pemberdayaan dan mengukur kepuasan serta kemudahan penggunaan teknologi oleh keluarga pasien.

Read online
File size344.27 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test